Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi
dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence
Jakarta, 30 Juni 2026 – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan sinergi dalam ekosistem pelabuhan, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) sukses menyelenggarakan acara olahraga bersama bertajuk "Bowling Fun Games IPC TPK & Partners 2026". Kegiatan yang berlangsung di Artha Gading Bowling Center. Gelaran ini dihadiri langsung oleh jajaran direksi dan manajemen IPC TPK beserta para pimpinan dan perwakilan dari berbagai Mitra Perusahaan Bongkar Muat (PBM). Acara ini dirancang sebagai wadah apresiasi sekaligus momentum untuk memperkuat kolaborasi yang telah terjalin erat demi mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh Yanuar Evyanto selaku Plt. Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis serta Ahmad Mimbar selaku Direktur Operasi dan Teknik, bersama jajaran mitra strategis mulai dari PT Olah Jasa Andal, PT Tangguh Samudera Jaya, PT Mustika Alam Lestari, PT Mitra Sentosa Abadi, PT Temas Port, PT Dwipahasta Utamaduta, PT Adipurusa, hingga PT Celebes Maritime Service. Senior Manager Sekretariat Perusahaan, Daniel Setiawan, mengungkapkan, "Mitra PBM merupakan bagian penting dalam ekosistem layanan IPC TPK. Melalui Bowling Fun Game 2026, kami ingin mempererat hubungan yang telah terjalin, membangun komunikasi yang semakin terbuka, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi operasional dapat berjalan lebih efektif dalam menghadirkan layanan terminal yang unggul."
Di tengah tantangan industri logistik yang semakin dinamis, komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis antar-stakeholder menjadi kunci utama. Melalui suasana kompetisi yang sehat namun penuh keakraban di area bowling, diharapkan hambatan komunikasi operasional di lapangan dapat diminimalisir sehingga proses kerja bersama menjadi lebih fleksibel dan responsif.
Sepanjang acara, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memperebutkan gelar juara di beberapa kategori permainan. Lebih dari sekadar mencari pemenang, esensi utama dari berkumpulnya para pelaku industri ini adalah untuk menyamakan frekuensi dan memperbarui semangat kerja sama. Dengan visi yang sejalan, seluruh mitra berkomitmen untuk terus mendorong inovasi layanan demi mencapai efisiensi operasional dan standar operational excellence di setiap terminal kelolaan IPC TPK.
Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah serta penyerahan apresiasi kepada para pemenang turnamen.
"Kami optimis bahwa kebersamaan yang terjalin erat dalam Bowling Fun Games 2026 ini akan membawa dampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di masa depan." tutup Daniel.
Ekspor Lampung Bergeliat,
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tembus 50 Ribu TEUs
Bandar Lampung, 25 Juni 2026 – Arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang menunjukkan tren positif hingga Mei 2026. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan throughput sebesar 7,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, volume peti kemas tercatat mencapai 50.287 TEUs, meningkat dari 46.824 TEUs pada periode yang sama tahun 2025. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan aktivitas arus barang yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan distribusi dan perdagangan di wilayah Lampung dan sekitarnya.
“Pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung. Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.
Peningkatan throughput terutama ditopang oleh pertumbuhan ekspor sejumlah komoditas unggulan. Komoditas tapioca starch tercatat tumbuh 267,37 persen, diikuti frozen shrimp sebesar 28,90 persen, nanas sebesar 22,93 persen, serta refined glycerine sebesar 21,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, arus peti kemas domestik maupun internasional juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Mei 2026, throughput domestik tercatat mencapai 28.163 TEUs atau tumbuh 10,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, throughput internasional mencapai 22.124 TEUs atau meningkat 4,21 persen secara tahunan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung turut menunjukkan tren perdagangan yang positif. Pada April 2026, nilai ekspor Provinsi Lampung mencapai US$504,59 juta atau meningkat 43,29 persen dibandingkan April 2025. Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar US$172,40 juta atau naik 51,56 persen secara tahunan. Pertumbuhan aktivitas perdagangan tersebut turut mendorong peningkatan arus logistik dan pergerakan peti kemas yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang.
Kinerja positif Area Panjang turut mendukung pertumbuhan trafik peti kemas IPC TPK secara nasional. Hingga Mei 2026, IPC TPK membukukan throughput sebesar 1,49 juta TEUs atau meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan sebesar 7,4 persen, Area Panjang menjadi area dengan pertumbuhan tertinggi kedua di lingkungan IPC TPK hingga Mei 2026.
Sebagai terminal peti kemas utama di Provinsi Lampung, IPC TPK Panjang terus memperkuat layanan operasional melalui peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pelayaran hingga pengguna jasa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan.
Dengan tren positif tersebut, IPC TPK Panjang semakin memperkuat perannya sebagai gerbang logistik strategis yang mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional di Provinsi Lampung.
Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Petikemas
dan Salurkan Fasilitas Kebersihan
Jakarta, 23 Juni 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk "Bakti IPC TPK" dengan mengusung tema “Sehari Mengenal Dunia Petikemas Bareng IPC TPK”. Kegiatan edukasi dan aksi peduli ini dilaksanakan di SMA Negeri 13 Jakarta. Kegiatan ini diinisiasi sebagai jembatan sinergi antara perusahaan dengan masyarakat sekitar di luar lingkungan operasional pelabuhan, sekaligus sebagai upaya memperkenalkan industri logistik dan terminal peti kemas kepada generasi muda, khususnya para siswa-siswi di wilayah Jakarta Utara.
Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko IPC TPK, Yanuar Evyanto, menyampaikan, “Melalui program Bakti IPC TPK, kami ingin membuka wawasan para siswa/siswi mengenai pentingnya peran pelabuhan dan rantai pasok dalam mendukung perekonomian nasional. Kami juga sangat mendukung kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah karena selaras dengan prinsip ESG yang diterapkan di IPC TPK” ujarnya.
Rangkaian agenda dalam "Bakti IPC TPK Peduli & Berbagi" ini dikemas secara interaktif dan diawali dengan sambutan Direksi IPC TPK, yang dilanjutkan dengan pemaparan materi edukatif mengenai bisnis pengelolaan terminal peti kemas. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, IPC TPK juga menyerahkan bantuan berupa fasilitas tempat sampah dan mesin pencacah sampah kepada pihak sekolah. Guna mencairkan suasana dan memicu antusiasme peserta, acara juga diselingi dengan sesi kuis dan games edukatif yang menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para siswa.
Memasuki puncak acara, keceriaan para siswa semakin memuncak saat dibukanya sesi Coaching Clinic Futsal. Agenda olahraga ini dipandu langsung oleh pekerja IPC TPK yang juga merupakan mantan atlet Futsal Timnas Indonesia, Randy Satria. Melalui sesi kepelatihan khusus ini, para siswa tidak hanya diajarkan teknik-teknik dasar bermain futsal yang benar, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai penting mengenai sportivitas, daya juang yang tinggi, kekompakan, serta kerja sama tim yang kuat yang menjadi landasan utama budaya kerja profesional di IPC TPK. Kegiatan ditutup dengan gerakan bersih-bersih lingkungan sekolah bersama.
“Harapannya, IPC TPK akan terus konsisten menghadirkan program-program kemasyarakatan yang memberikan dampak positif jangka panjang, baik dalam mendukung pilar lingkungan melalui pengelolaan sampah mandiri di sekolah, maupun pilar pendidikan dan kepemudaan melalui sinergi edukasi profesional serta pengembangan bakat olahraga.” tutup Yanuar.
IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir
Jambi, 17 Juni 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke Mesir melalui layanan terminal petikemas yang andal dan terintegrasi di Terminal Petikemas Talang Duku. Pengiriman sebanyak 19,2 ton green bean kopi robusta ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan Provinsi Jambi sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir berlangsung di tengah tren positif kinerja ekspor komoditas perkebunan Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, nilai ekspor kelompok komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah meningkat dari US$1,12 juta pada Maret 2026 menjadi US$2 juta pada April 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin terbukanya peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah sekaligus menunjukkan daya saing produk asal Jambi yang terus meningkat di pasar global.
Kegiatan pelepasan ekspor turut dihadiri oleh perwakilan Bea Cukai Jambi, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Jambi, Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Sungai Penuh, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam mendorong komoditas unggulan Jambi agar semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar internasional yang lebih luas.
Terminal Head IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji S, mengatakan bahwa pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir menjadi salah satu bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global apabila didukung oleh ekosistem logistik yang terintegrasi. "Pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir menjadi bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki daya saing di pasar global. Kami memastikan kesiapan layanan terminal dan logistik agar proses ekspor dapat berjalan lancar, efisien, dan tepat waktu sehingga mendukung pertumbuhan perdagangan internasional dari Jambi," ujar Wedhar.
Ia menambahkan bahwa Jambi memiliki beragam komoditas unggulan yang berpotensi untuk terus dikembangkan di pasar ekspor, mulai dari kopi, kayu manis, pinang, karet, hingga berbagai produk turunan perkebunan lainnya. Kehadiran layanan logistik yang efisien diharapkan dapat menjadi penghubung bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar internasional secara lebih luas.
"Pada prinsipnya, pelabuhan siap mendukung pertumbuhan ekspor komoditas unggulan asal Jambi. Tidak hanya kopi, masih banyak potensi daerah yang dapat terus dikembangkan bersama. Tentunya hal ini membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas bisnis, serta seluruh pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," tambahnya.
Sebagai salah satu gerbang logistik utama di Provinsi Jambi, Terminal Petikemas Talang Duku terus berperan dalam mendukung kelancaran arus barang ekspor dan impor. Melalui layanan kepelabuhanan dan logistik yang terintegrasi, IPC TPK Area Jambi senantiasa meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional guna memberikan kemudahan akses pasar bagi pelaku usaha serta memperkuat peran Pelabuhan Talang Duku sebagai gerbang ekspor komoditas unggulan Jambi ke berbagai negara tujuan.
Trafik Petikemas IPC TPK Tembus 1,49 Juta TEUs Sepanjang Januari-Mei 2026
Jakarta, 15 Juni 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen secara kumulatif hingga Mei 2026 dengan total throughput mencapai 1.492.721 TEUs, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.406.875 TEUs.
Sementara itu, pada Mei 2026 saja, IPC TPK membukukan pertumbuhan operasional sebesar 4 persen dengan total arus petikemas mencapai 333.146 TEUs dibandingkan Mei 2025 sebesar 320.109 TEUs. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi barang dan perdagangan internasional menjelang pertengahan tahun.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan kesiapan fasilitas dan layanan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus logistik di tengah peningkatan trafik petikemas.
“Peningkatan aktivitas logistik selama Mei 2026 mendorong optimalisasi layanan terminal di seluruh area kerja IPC TPK. Kesiapan operasional menjadi kunci utama agar arus barang tetap berjalan lancar, aman, dan efisien,” ujar Daniel.
Pertumbuhan trafik tercatat merata di berbagai wilayah operasi perusahaan. Pada periode Mei 2026, Area Panjang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,8 persen, disusul Area Jambi sebesar 15,4 persen. Sementara itu, Area Tanjung Priok 1 dan Tanjung Priok 2 masing-masing tumbuh sebesar 5,5 persen dan 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif hingga Mei 2026, Area Tanjung Priok 1 menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,7 persen, diikuti Area Panjang sebesar 7,4 persen, Area Tanjung Priok 2 sebesar 5,6 persen, Area Pontianak sebesar 3 persen, serta Area Jambi sebesar 1,1 persen.
Keberhasilan menjaga tren pertumbuhan ini juga ditopang langkah strategis perusahaan dalam memperluas konektivitas pelayaran internasional. Pada Mei 2026, IPC TPK resmi melayani layanan baru South China Java X-Press (SCJX) milik X-Press Feeders yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan China Selatan. Kehadiran layanan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan dan kebutuhan konektivitas logistik antara Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang.
Pertumbuhan trafik IPC TPK juga sejalan dengan kinerja perdagangan nasional yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia periode Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
IPC TPK akan terus memperkuat efisiensi layanan, kesiapan operasional, dan konektivitas pelayaran guna mendukung kelancaran rantai pasok nasional serta pertumbuhan perdagangan internasional.
“Melalui peningkatan kualitas layanan dan operational excellence secara konsisten, IPC TPK optimistis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi ekosistem logistik nasional dan seluruh mitra pengguna jasa,” tutup Daniel.
Dukung ESG dan SDGs,
IPC TPK Manfaatkan Kembali 209 Kilogram Seragam Bekas
Jakarta, 12 Juni 2026 – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui peluncuran program “IPC TPK ReWear Project”, sebuah inisiatif pengelolaan limbah tekstil berbasis upcycling yang menjadi program TJSL pertama di lingkungan Pelindo Group dengan fokus pada pemanfaatan kembali seragam bekas karyawan.
Mengusung tagline “Langkah Kecil Dampak Besar”, program ini bertujuan membudayakan sustainable way of life di lingkungan perusahaan melalui langkah sederhana yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Inisiatif tersebut sekaligus mendukung implementasi prinsip circular economy serta berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi scope 3 melalui pemanfaatan kembali material tekstil yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah.
Melalui program ini, IPC TPK berhasil mengumpulkan lebih dari 209 kilogram seragam bekas dari berbagai unit kerja yang kemudian diolah kembali menjadi produk fungsional bernilai guna seperti shopping bag, pouch, dan laptop pouch. Selain memperpanjang siklus hidup material, program ini juga menjadi bentuk pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Industri fashion global sendiri diketahui menyumbang sekitar 8–10 persen emisi karbon dunia dan menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah tekstil setiap tahunnya. Menjawab tantangan tersebut, IPC TPK menghadirkan ReWear Project sebagai solusi konkret yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga membangun budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan.
Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan program ini menjadi bagian dari implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 mengenai Responsible Consumption and Production serta poin 13 tentang Climate Action.
“Melalui IPC TPK ReWear Project, kami ingin menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan limbah tekstil sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa sustainability dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan kerja. Program ini menjadi wujud komitmen IPC TPK dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam aktivitas perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Daniel.
Lebih dari sekadar program pengelolaan limbah, ReWear Project juga mencerminkan keterlibatan aktif karyawan dalam membangun budaya kerja yang lebih peduli lingkungan. Partisipasi pegawai dalam pengumpulan seragam bekas menjadi simbol kolaborasi internal perusahaan dalam menciptakan dampak keberlanjutan yang nyata.
Melalui pemanfaatan kembali 209 kilogram seragam bekas, IPC TPK ReWear Project berpotensi menghindari emisi karbon sekitar 5,23 ton CO₂e. Dampak tersebut setara dengan kemampuan serapan karbon tahunan sekitar 1 hektare atau 10.000 meter persegi lahan vegetasi tropis serta penghematan lebih dari 5,2 juta liter air.
IPC TPK berharap ReWear Project dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya inisiatif serupa di sektor kepelabuhanan dan logistik nasional. Melalui langkah ini, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja operasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Rute Baru Gold Star Line Tambah Direct Connectivity IPC TPK ke Tiongkok Selatan
Jakarta, 11 Juni 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana layanan South China Indonesia Service milik Gold Star Line di Terminal Operasi 3 Internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Kapal MV AS Carolina menjadi kapal pertama (maiden voyage) dari layanan tersebut yang sandar di IPC TPK pada Senin (8/6) pukul 21.30 WIB. Layanan ini menghubungkan sejumlah pelabuhan utama di Tiongkok Selatan, yakni Yantian, Xiamen, dan Nansha, dengan Jakarta dan Surabaya sebagai hub distribusi di Indonesia.
Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan kehadiran layanan baru ini menjadi bagian dari penguatan jaringan logistik intra-Asia yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas perdagangan kawasan. “IPC TPK terus memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas terminal, serta keandalan layanan operasional guna menghadirkan pelayanan yang efisien, aman, dan tepat waktu bagi perusahaan pelayaran global maupun pengguna jasa,” ujar Yanuar.
MV AS Carolina merupakan kapal petikemas berbendera Portugal dengan spesifikasi panjang kapal (Length Overall/LOA) 222 meter dan lebar kapal (Beam) 30 meter. Dalam pelayanan perdananya di IPC TPK, kapal tersebut berhasil merampungkan kegiatan bongkar muat sebanyak 1.209 boxes.
Kehadiran South China Indonesia Service turut memperluas konektivitas langsung Indonesia dengan kawasan industri utama di Tiongkok Selatan yang selama ini menjadi salah satu pusat manufaktur global. Layanan ini diharapkan dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih kompetitif sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok bagi pelaku usaha nasional. Sebelumnya, IPC TPK juga telah melayani South China Java X-Press (SCJX) milik X-Press Feeders yang terhubung dengan kawasan Tiongkok Selatan. Kehadiran layanan baru ini mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan dan kebutuhan akan konektivitas logistik antara Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang.
Dengan dukungan operasional 24/7 serta penguatan digitalisasi layanan kepelabuhanan, IPC TPK optimistis dapat mengakomodasi pertumbuhan arus perdagangan bilateral Indonesia–Tiongkok yang terus berkembang.
“Kami berharap layanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi kelancaran arus barang, penguatan perdagangan kedua negara, serta peningkatan daya saing logistik nasional,” tutup Yanuar.