Rabu, 15 Juli 2026

Pengurus FORWAMI Sambut Kunjungan Kerja Humas Pelindo Regional 2 Tanjung Priok




TANJUNG PRIOK - Pada Rabu kemarin (15 Juli 2026), sekitar Jam 14.00 Wib, Pengurus Forum Wartawan Maritim Indonesia (FORWAMI) menerima kunjungan kerja Humas Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, yakni Ibu Made Harmika, didampingi staf Humas (Komersil).


Agenda kunjungan dalam rangka terus memperkuat sinergi kemitraan antara Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dengan segenap Pengurus dan Wartawan Anggota FORWAMI.


Penyambutan tersebut, langsung oleh Bang Hoddy S. selaku Ketua Forwami, didampingi Saiful Anam (Sekjen), Risyaji (Bendahara) dan Kalaos (Humas).


"Terima Kasih kepada Bu Made dan Tim, sudah menyediakan waktunya untuk berkunjung ke Press Room Forwami," Ungkap Hoddy S.


(Tim Komunikasi Forwami).


Press Release IPC TPK edisi Juli 2026 (Kerjasama)



IPC Terminal Petikemas Perkuat Upaya
Pencegahan Stunting Melalui Program PELITA 2026
Jakarta, 31 Juli 2026 – PT IPC Terminal Petikemas bersama enam perusahaan Pelindo Group resmi meluncurkan Program PELITA 2026 (Pelindo Tanpa Balita Stunting), sebuah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Group yang berfokus pada upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, dan pendampingan berkelanjutan bagi ibu hamil serta balita. Seremoni pembukaan diselenggarakan di Aula Lantai 3 Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
 
Program ini merupakan hasil kolaborasi PT Pelindo Sinergi Lokaseva, PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tbk, PT Menara Maritim Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Jasa Armada Indonesia, PT Pelabuhan Tanjung Priok, dan PT Multi Terminal Indonesia sebagai bentuk sinergi Pelindo Group dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah operasional perusahaan.
 
Seremoni pembukaan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat, edukasi pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta workshop pengolahan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Program PELITA 2026 yang akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan dengan total 72 hari intervensi aktif, menyasar 30 balita dan 25 ibu hamil di Kelurahan Rawa Badak Utara. Selama periode tersebut, peserta akan mendapatkan pendampingan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pendampingan kepada orang tua atau wali.
 
Program PELITA 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Rawa Badak Utara atas sinergi Pelindo Group dalam menghadirkan program yang mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
 
Lurah Rawa Badak Utara, Ester Laura Kartini, menyampaikan, "Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam Program PELITA 2026. Anak-anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa, sehingga upaya pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, tetapi sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik bagi ibu. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting," ujarnya.
 
Sementara itu, Senior Manager Sekretariat Perusahaan PT IPC Terminal Petikemas, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa kolaborasi lintas perusahaan dalam Pelindo Group menjadi kunci dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
 
"Melalui Program PELITA 2026, IPC Terminal Petikemas bersama Pelindo Group berupaya menghadirkan intervensi yang berkelanjutan melalui pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta pendampingan kepada ibu hamil dan orang tua. Kami berharap program ini dapat mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan bebas stunting," ujar Daniel.
 
Melalui Program PELITA 2026, IPC Terminal Petikemas bersama Pelindo Group berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Arus Petikemas IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan
73,7 Persen pada Juni 2026
Bandar Lampung, 29 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun 2026 dengan membukukan lonjakan arus petikemas sebesar 73,7% pada bulan Juni 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan signifikan ini dipicu oleh tingginya aktivitas perdagangan di wilayah Lampung dan sekitarnya, yang tercermin dari pertumbuhan pesat trafik peti kemas internasional untuk sektor ekspor dan impor serta penguatan interkoneksi logistik untuk sektor domestik.
 
"Pertumbuhan ini menegaskan  bahwa Pelabuhan Panjang memegang peranan yang semakin strategis sebagai gerbang utama arus barang di gerbang selatan Pulau Sumatera. Lonjakan arus peti kemas yang luar biasa pada bulan Juni ini merupakan hasil nyata dari komitmen perusahaan dalam merespons dinamika pasar logistik secara adaptif," ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.
 
Faktor utama yang mendorong lonjakan di lapangan secara spesifik disumbang oleh penambahan satu kapal ad hoc oleh Pulau Laut Lines yang berhasil mengurai kebutuhan kapasitas angkut internasional, serta pembukaan layanan baru (new service) oleh PT Buaya Mas Prima yang berimplikasi langsung pada peningkatan trafik peti kemas domestik antarpulau. Keberhasilan operasional ini didukung penuh oleh keandalan sistem bongkar muat terminal dan kolaborasi erat antara IPC TPK dan para mitra pelayaran serta seluruh pemangku kepentingan pelabuhan.
 
“Kami berharap perluasan jaringan pelayaran dari para mitra ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi IPC TPK Panjang dalam memfasilitasi kelancaran rantai di gerbang logistik Sumatera bagian selatan.” Tutup Daniel.


Optimalkan Produktivitas Bongkar Muat,
IPC TPK Teluk Bayur Teken Kontrak Pelayanan dengan 4 Mitra Pelayaran
Jakarta, 24 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan logistik maritim khususnya di wilayah Sumatera Barat. Hal ini dibuktikan melalui penandatanganan kontrak Berthing Window, Service Level Agreement (SLA), dan Service Level Guarantee (SLG) tahun 2026 untuk IPC TPK Teluk Bayur. Seremonial penandatanganan strategis ini dilakukan bersama empat pengguna jasa utama, yakni PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), dan PT Temas Shipping, yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (23/7).
 
Direktur Operasi & Teknik IPC TPK, Ahmad Mimbar, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk memberikan kepastian layanan yang optimal bagi para pengguna jasa strategis. "Penandatanganan Berthing Window, SLA, dan SLG ini menjadi bagian dari upaya untuk mempererat hubungan kami sebagai operator terminal dan pengguna jasa, yang bermuara pada pemenuhan ekspektasi pelayanan yang diharapkan pengguna jasa," ujar Ahmad Mimbar.
 
Acara penandatanganan ini turut disaksikan dan dihadiri langsung oleh General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar. Penandatanganan dari manajemen IPC TPK Teluk Bayur diwakili oleh Andreas Kusumah Wardhana Tuelah selaku Manager Pendukung Operasi IPC TPK Teluk Bayur. Kerja sama ini diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas bongkar muat dan memberikan kepastian operasional yang lebih terukur bagi kapal-kapal kontainer yang bersandar di Sumatera Barat.
 
Sebagai salah satu pelabuhan gerbang utama di pantai barat Sumatera, Terminal Petikemas Teluk Bayur memegang peranan vital dalam mendukung arus perdagangan daerah maupun nasional melalui peningkatan kinerja operasional. Dengan adanya komitmen SLA dan SLG yang baru ini, IPC TPK berupaya memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel. Keempat pelayaran besar yang terlibat akan mendapatkan efisiensi waktu operasional yang lebih baik, didukung oleh kesiapan infrastruktur dan suprastruktur terminal.
 
"Kami harap penandatanganan hari ini dapat membawa kelancaran serta peningkatan produktivitas terminal agar efisien dan optimal," pungkas Ahmad.


Sambut Hari Jadi Ke-13, IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Pengguna Jasa
Jakarta, 22 Juli 2026 – Guna memperkuat sinergi dan kolaborasi yang solid dengan para pengguna jasa, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) sukses menyelenggarakan ajang olahraga "IPC TPK Badminton Competition 2026" pada Senin (20/07) lalu. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian dari Hari Ulang Tahun IPC TPK ke-13. Bertempat di Bestindo Sports Center, Jakarta, kompetisi bulu tangkis yang berlangsung seru dan penuh sportivitas ini menghadirkan para pengguna jasa perusahaan, mulai dari pengguna jasa domestik hingga internasional.
 
"Kehadiran para pengguna jasa domestik maupun internasional hari ini membuktikan bahwa hubungan yang terjalin selama ini bukan sekadar profesionalitas kerja, melainkan kemitraan kuat yang didasari rasa percaya dan semangat bertumbuh bersama,” ujar Yanuar Evyanto, Plt. Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis IPC TPK.
 
Turnamen ini menyajikan persaingan yang kompetitif sekaligus menghibur dengan mempertandingkan dua kategori utama, yaitu Ganda Putra dan Ganda Campuran. Segenap manajemen dan pekerja IPC TPK bersama para perwakilan customer saling berhadapan di lapangan dalam atmosfer pertandingan yang hangat, namun penuh semangat. Sorak-sorai penonton yang memenuhi Bestindo Sports Center semakin menghidupkan suasana, mencerminkan nilai-nilai sportivitas yang dijunjung tinggi oleh seluruh peserta selama kompetisi berlangsung.
 
Selain sebagai sarana penyaluran bakat dan rekreasi olahraga, ajang ini juga menjadi momentum penting bagi IPC TPK untuk mendengarkan masukan serta aspirasi pengguna jasa secara langsung dalam suasana santai. Pendekatan persuasif melalui kegiatan olahraga di dua kategori tersebut dinilai efektif dalam mencairkan sekat-sekat komunikasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan terminal peti kemas di masa mendatang.
 
"IPC TPK akan terus berkomitmen untuk tidak hanya unggul dalam operasional di pelabuhan, tetapi juga proaktif dalam merawat hubungan baik ini demi terciptanya ekosistem logistik yang kian solid dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa kami,” pungkas Yanuar.


 

Dari Hari Jadi untuk Sesama, IPC TPK Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta, 15 Juli 2026 – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) tak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia perusahaan, tetapi juga diwarnai semangat berbagi kepada sesama. Melalui aksi donor darah bertajuk “Setetes Harapan di Hari Jadi”, IPC TPK berhasil menghimpun 128 kantong darah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial perusahaan.
 
Digelar di Pelindo Tower, Jakarta Utara, kegiatan donor darah terbuka bagi seluruh pekerja Pelindo Group. Antusiasme peserta menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memperingati perjalanan 13 tahun IPC TPK sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat.
 
Plt. Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa peringatan hari jadi perusahaan menjadi momentum untuk memperluas manfaat sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian terhadap sesama.
 
“Perjalanan 13 tahun IPC TPK tidak hanya kami maknai sebagai pencapaian perusahaan, tetapi juga sebagai momentum untuk terus berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui semangat ‘Setetes Harapan di Hari Jadi’, setiap kantong darah yang terkumpul membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan. Capaian 128 kantong darah ini menjadi wujud kepedulian dan semangat berbagi dari seluruh peserta yang telah berpartisipasi,” ujar Daniel.
 
Kegiatan donor darah menjadi salah satu rangkaian sosial dalam peringatan HUT ke-13 IPC TPK. Melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), aksi ini berkontribusi terhadap ketersediaan darah sekaligus menjadi wadah bagi insan Pelindo Group untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.
 
“Kami mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini. Semangat kebersamaan dan kepedulian inilah yang ingin terus kami tumbuhkan seiring perjalanan IPC TPK dalam memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tutup Daniel.


Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004
Jakarta, 14 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang resmi mengoperasikan QCC 004 yang baru. Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, QCC 004 tersebut dinyatakan layak dioperasikan sesuai dengan kapasitasnya. Seremoni pengoperasian perdana telah dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2026 di Pelabuhan Panjang.
 
"Peningkatan fasilitas ini adalah respons proaktif kami terhadap dinamika pertumbuhan arus barang yang terus meningkat di wilayah Lampung dan sekitarnya," ujar Yanuar Evyanto, selaku Plt Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK.
 
Kehadiran QCC 004 ini menjadi salah satu pendukung dalam peningkatan kapasitas layanan di pintu gerbang logistik Sumatera Bagian Selatan. QCC 004 tersebut memiliki tipe Post-Panamax yang memiliki outreach sepanjang 45 meter dengan jangkauan 16 hingga 17 baris petikemas. Spesifikasi ini memungkinkan pelabuhan untuk melayani kapal-kapal dengan kapasitas yang lebih besar secara lebih efisien.
 
Peresmian QCC 004 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kantor KSOP Kelas I Panjang, KPP Bea dan Cukai TMP B Bandar Lampung, Balai Karantina Pertanian, asosiasi kepelabuhanan dan logistik, pengguna jasa, serta mitra kerja Pelindo.
 
"Harapannya, modernisasi alat ini tidak hanya mendongkrak kapasitas terminal (throughput) kami, melainkan juga memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang andal dan berdaya saing global." tutup Yanuar.


Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan
Jakarta, 11 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani arus logistik dan kepelabuhanan di Indonesia. Mengusung tema "13 Years of Excellence: Elevating Operational Standards & Service Quality", momentum hari ulang tahun ini menjadi pembuktian konsistensi perusahaan dalam melakukan continuous improvement. Sepanjang lebih dari satu dekade, IPC TPK tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, melainkan juga secara proaktif mendorong standardisasi operasional guna memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pengguna jasa di seluruh terminal yang dikelola.
 
"Perjalanan 13 tahun bukan sekadar angka, namun merupakan bukti perjalanan dan komitmen untuk membangun IPC TPK sebagai Perusahaan terminal petikemas yang terus tumbuh, beradaptasi dan memberikan kontribusi bagi ekonomi nasional. Dinamika lingkungan, perkembangan teknologi, perkembangan perdagangan global serta meningkatnya ekspektasi pelanggan menutut kita untuk terus bertransformasi dan IPC TPK melihat ini sebagai suatu kesempatan untuk menjadi lebih baik. Setiap insan yang ada di IPC TPK  harus  terus belajar, dan terus berinovasi untuk menciptakan layanan yang efisien dan berkelanjutan," ujar Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana.
 
Dalam mewujudkan semangat Elevating Operational Standards, IPC TPK ingin memastikan bahwa setiap proses operasional dijalankan dengan standar terbaik, mendorong dengan mengutamakan efisiensi, keandalan yang didukung inovasi dan digitalisasi
 
Selain keunggulan operasional, peningkatan kualitas pelayanan (Service Quality) juga menjadi pilar utama yang ingin terus dihadirkan oleh IPC TPK melalui pelayanan yang semakin cepat, responsif, konsisten  yang selalu berorientasi kebutuhan pelanggan. 13 tahun kehadiran IPC TPK tidak hanya fokus kepada pertumbuhan usaha namun juga menjaga komitmen kepada lingkungan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang diraih tetap membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar dan keberlanjutan industri logistik.
 
Keberhasilan mempertahankan kinerja yang solid dan reputasi yang kokoh hingga tahun ke-13 ini sebagai buah dari sinergi yang kuat di seluruh lini. Kedepan memperkuat daya saing Perusahaan melalui transformasi yang berkelanjutan, peningkatan produktifitas, mengoptimalkan sumber daya serta pemanfaatan kemajuan teknologi. Menutup momentum perayaan ini, Direktur Utama IPC TPK menyampaikan apresiasi setinggi tinggi kepada seluruh pihak yang telah mengawal perjalanan panjang perusahaan, "Terima kasih kami ucapkan atas kontribusi dan kolaborasi seluruh insan IPC TPK, pelanggan, para stakeholder,  serta mitra atas apa yang kita capai sampai hari ini." tutup Guna.


Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis
Jakarta, 9 Juli 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Uji Emisi Kendaraan Gratis di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Juli 2026 ini menyasar truk peti kemas eksternal yang mobilitasnya sangat tinggi di area pelabuhan. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) IPC TPK yang ke-13, sekaligus komitmen korporasi dalam mendukung penuh target Sustainable Development Goals (SDGs) No. 13 mengenai penanganan perubahan iklim.
 
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menekan polusi udara di lingkungan kerja kepelabuhanan. "Melalui uji emisi ini, kami ingin memastikan truk peti kemas yang beroperasi di wilayah IPC TPK memenuhi standar ambang batas aman gas buang yang ditetapkan pemerintah. Di momentum menyambut usia yang ke-13 ini, IPC TPK berkomitmen tidak hanya berfokus pada kelancaran arus logistik nasional, tetapi juga aktif mengambil peran dalam menjaga kualitas udara demi keberlanjutan lingkungan hidup," ujar Daniel.
 
Guna memastikan efektivitas penyerapan kuota dan kemudahan akses bagi para pengguna jasa maupun ekosistem pelabuhan, IPC TPK membagi pelaksanaan pengujian ke dalam 3 titik lokasi strategis di Pelabuhan Tanjung Priok. Lokasi pengujian tersebut tersebar di Area Tanjung Priok 1 Zona 1, Area Tanjung Priok 1 Zona 3, serta Area Tanjung Priok 2 Internasional. Pemilihan ketiga titik ini didasarkan pada tingginya volume truk peti kemas yang berlalu-lalang setiap harinya di area terminal tersebut.
 
Dalam dua hari, IPC TPK berhasil melakukan uji emisi kendaraan sebanyak 216 unit truk peti kemas. Tingkat kelulusan uji emisi kendaraan sebesar 93% atau 201 unit truk peti kemas lulus uji emisi.
 
"Ke depan, IPC TPK akan terus menghadirkan program-program TJSL inovatif yang berdampak langsung pada kelestarian bumi demi generasi masa depan," tutup Daniel.


Momentum HUT Ke-13,
IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat
Jakarta, 8 Juli 2026 – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengawali rangkaian perayaannya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa khitanan massal bagi 20 anak dari Rumah Qur'an Safaraz Insani dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Cilincing, Jakarta Utara. Sebagai agenda pembuka rangkaian HUT ke-13, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian IPC TPK dalam mendukung akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.
 
Program khitanan massal diselenggarakan bekerja sama dengan Rumah Qur'an Safaraz Insani Yayasan Sahabat Islami, DPC SPPI Bersatu PT IPC Terminal Petikemas. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan khitan yang gratis aman, nyaman, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
 
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa momentum HUT ke-13 menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat "Hari jadi perusahaan bukan hanya menjadi momen untuk mengenang perjalanan IPC TPK selama 13 tahun, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dengan masyarakat yang telah tumbuh bersama kami," ujar Daniel.
 
Khitanan massal merupakan salah satu program TJSL IPC TPK yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses terhadap layanan kesehatan. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3: Good Health and Well-being, yang berfokus pada kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua.
 
Melalui semangat HUT ke-13, IPC TPK terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Perusahaan meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan perlu berjalan seiring dengan kontribusi sosial yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
 
"Kami berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan ini dapat terus terjaga. Ke depan, IPC TPK akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," tutup Daniel.

Press Release IPC TPK edisi Juni 2026 (Kerjasama)



Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi
dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence
Jakarta, 30 Juni 2026 – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan sinergi dalam ekosistem pelabuhan, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) sukses menyelenggarakan acara olahraga bersama bertajuk "Bowling Fun Games IPC TPK & Partners 2026". Kegiatan yang berlangsung di Artha Gading Bowling Center. Gelaran ini dihadiri langsung oleh jajaran direksi dan manajemen IPC TPK beserta para pimpinan dan perwakilan dari berbagai Mitra Perusahaan Bongkar Muat (PBM). Acara ini dirancang sebagai wadah apresiasi sekaligus momentum untuk memperkuat kolaborasi yang telah terjalin erat demi mendukung kelancaran arus logistik nasional.
 
Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh Yanuar Evyanto selaku Plt. Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis serta Ahmad Mimbar selaku Direktur Operasi dan Teknik, bersama jajaran mitra strategis mulai dari PT Olah Jasa Andal, PT Tangguh Samudera Jaya, PT Mustika Alam Lestari, PT Mitra Sentosa Abadi, PT Temas Port, PT Dwipahasta Utamaduta, PT Adipurusa, hingga PT Celebes Maritime Service. Senior Manager Sekretariat Perusahaan, Daniel Setiawan, mengungkapkan, "Mitra PBM merupakan bagian penting dalam ekosistem layanan IPC TPK. Melalui Bowling Fun Game 2026, kami ingin mempererat hubungan yang telah terjalin, membangun komunikasi yang semakin terbuka, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi operasional dapat berjalan lebih efektif dalam menghadirkan layanan terminal yang unggul."
 
Di tengah tantangan industri logistik yang semakin dinamis, komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis antar-stakeholder menjadi kunci utama. Melalui suasana kompetisi yang sehat namun penuh keakraban di area bowling, diharapkan hambatan komunikasi operasional di lapangan dapat diminimalisir sehingga proses kerja bersama menjadi lebih fleksibel dan responsif.
 
Sepanjang acara, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memperebutkan gelar juara di beberapa kategori permainan. Lebih dari sekadar mencari pemenang, esensi utama dari berkumpulnya para pelaku industri ini adalah untuk menyamakan frekuensi dan memperbarui semangat kerja sama. Dengan visi yang sejalan, seluruh mitra berkomitmen untuk terus mendorong inovasi layanan demi mencapai efisiensi operasional dan standar operational excellence di setiap terminal kelolaan IPC TPK.
 
Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah serta penyerahan apresiasi kepada para pemenang turnamen.
 
"Kami optimis bahwa kebersamaan yang terjalin erat dalam Bowling Fun Games 2026 ini akan membawa dampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di masa depan." tutup Daniel.
Ekspor Lampung Bergeliat,
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tembus 50 Ribu TEUs
Bandar Lampung, 25 Juni 2026 – Arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang menunjukkan tren positif hingga Mei 2026. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan throughput sebesar 7,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, volume peti kemas tercatat mencapai 50.287 TEUs, meningkat dari 46.824 TEUs pada periode yang sama tahun 2025. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang.
 
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan aktivitas arus barang yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan distribusi dan perdagangan di wilayah Lampung dan sekitarnya.
 
“Pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung. Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.
 
Peningkatan throughput terutama ditopang oleh pertumbuhan ekspor sejumlah komoditas unggulan. Komoditas tapioca starch tercatat tumbuh 267,37 persen, diikuti frozen shrimp sebesar 28,90 persen, nanas sebesar 22,93 persen, serta refined glycerine sebesar 21,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Selain itu, arus peti kemas domestik maupun internasional juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Mei 2026, throughput domestik tercatat mencapai 28.163 TEUs atau tumbuh 10,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, throughput internasional mencapai 22.124 TEUs atau meningkat 4,21 persen secara tahunan.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung turut menunjukkan tren perdagangan yang positif. Pada April 2026, nilai ekspor Provinsi Lampung mencapai US$504,59 juta atau meningkat 43,29 persen dibandingkan April 2025. Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar US$172,40 juta atau naik 51,56 persen secara tahunan. Pertumbuhan aktivitas perdagangan tersebut turut mendorong peningkatan arus logistik dan pergerakan peti kemas yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang.
 
Kinerja positif Area Panjang turut mendukung pertumbuhan trafik peti kemas IPC TPK secara nasional. Hingga Mei 2026, IPC TPK membukukan throughput sebesar 1,49 juta TEUs atau meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan sebesar 7,4 persen, Area Panjang menjadi area dengan pertumbuhan tertinggi kedua di lingkungan IPC TPK hingga Mei 2026.
 
Sebagai terminal peti kemas utama di Provinsi Lampung, IPC TPK Panjang terus memperkuat layanan operasional melalui peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pelayaran hingga pengguna jasa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan.
 
Dengan tren positif tersebut, IPC TPK Panjang semakin memperkuat perannya sebagai gerbang logistik strategis yang mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional di Provinsi Lampung.


Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Petikemas
dan Salurkan Fasilitas Kebersihan
Jakarta, 23 Juni 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk "Bakti IPC TPK" dengan mengusung tema “Sehari Mengenal Dunia Petikemas Bareng IPC TPK”. Kegiatan edukasi dan aksi peduli ini dilaksanakan di SMA Negeri 13 Jakarta. Kegiatan ini diinisiasi sebagai jembatan sinergi antara perusahaan dengan masyarakat sekitar di luar lingkungan operasional pelabuhan, sekaligus sebagai upaya memperkenalkan industri logistik dan terminal peti kemas kepada generasi muda, khususnya para siswa-siswi di wilayah Jakarta Utara.
 
Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko IPC TPK, Yanuar Evyanto, menyampaikan, “Melalui program Bakti IPC TPK, kami ingin membuka wawasan para siswa/siswi mengenai pentingnya peran pelabuhan dan rantai pasok dalam mendukung perekonomian nasional. Kami juga sangat mendukung kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah karena selaras dengan prinsip ESG yang diterapkan di IPC TPK” ujarnya.
 
Rangkaian agenda dalam "Bakti IPC TPK Peduli & Berbagi" ini dikemas secara interaktif dan diawali dengan sambutan Direksi IPC TPK, yang dilanjutkan dengan pemaparan materi edukatif mengenai bisnis pengelolaan terminal peti kemas. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, IPC TPK juga menyerahkan bantuan berupa fasilitas tempat sampah dan mesin pencacah sampah kepada pihak sekolah. Guna mencairkan suasana dan memicu antusiasme peserta, acara juga diselingi dengan sesi kuis dan games edukatif yang menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para siswa.
 
Memasuki puncak acara, keceriaan para siswa semakin memuncak saat dibukanya sesi Coaching Clinic Futsal. Agenda olahraga ini dipandu langsung oleh pekerja IPC TPK yang juga merupakan mantan atlet Futsal Timnas Indonesia, Randy Satria. Melalui sesi kepelatihan khusus ini, para siswa tidak hanya diajarkan teknik-teknik dasar bermain futsal yang benar, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai penting mengenai sportivitas, daya juang yang tinggi, kekompakan, serta kerja sama tim yang kuat yang menjadi landasan utama budaya kerja profesional di IPC TPK. Kegiatan ditutup dengan gerakan bersih-bersih lingkungan sekolah bersama.
 
“Harapannya, IPC TPK akan terus konsisten menghadirkan program-program kemasyarakatan yang memberikan dampak positif jangka panjang, baik dalam mendukung pilar lingkungan melalui pengelolaan sampah mandiri di sekolah, maupun pilar pendidikan dan kepemudaan melalui sinergi edukasi profesional serta pengembangan bakat olahraga.” tutup Yanuar.


IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir
Jambi, 17 Juni 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke Mesir melalui layanan terminal petikemas yang andal dan terintegrasi di Terminal Petikemas Talang Duku. Pengiriman sebanyak 19,2 ton green bean kopi robusta ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan Provinsi Jambi sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
 
Pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir berlangsung di tengah tren positif kinerja ekspor komoditas perkebunan Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, nilai ekspor kelompok komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah meningkat dari US$1,12 juta pada Maret 2026 menjadi US$2 juta pada April 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin terbukanya peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah sekaligus menunjukkan daya saing produk asal Jambi yang terus meningkat di pasar global.
 
Kegiatan pelepasan ekspor turut dihadiri oleh perwakilan Bea Cukai Jambi, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Jambi, Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Sungai Penuh, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam mendorong komoditas unggulan Jambi agar semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar internasional yang lebih luas.
 
Terminal Head IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji S, mengatakan bahwa pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir menjadi salah satu bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global apabila didukung oleh ekosistem logistik yang terintegrasi. "Pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir menjadi bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki daya saing di pasar global. Kami memastikan kesiapan layanan terminal dan logistik agar proses ekspor dapat berjalan lancar, efisien, dan tepat waktu sehingga mendukung pertumbuhan perdagangan internasional dari Jambi," ujar Wedhar.
 
Ia menambahkan bahwa Jambi memiliki beragam komoditas unggulan yang berpotensi untuk terus dikembangkan di pasar ekspor, mulai dari kopi, kayu manis, pinang, karet, hingga berbagai produk turunan perkebunan lainnya. Kehadiran layanan logistik yang efisien diharapkan dapat menjadi penghubung bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar internasional secara lebih luas.
 
"Pada prinsipnya, pelabuhan siap mendukung pertumbuhan ekspor komoditas unggulan asal Jambi. Tidak hanya kopi, masih banyak potensi daerah yang dapat terus dikembangkan bersama. Tentunya hal ini membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas bisnis, serta seluruh pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," tambahnya.
 
Sebagai salah satu gerbang logistik utama di Provinsi Jambi, Terminal Petikemas Talang Duku terus berperan dalam mendukung kelancaran arus barang ekspor dan impor. Melalui layanan kepelabuhanan dan logistik yang terintegrasi, IPC TPK Area Jambi senantiasa meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional guna memberikan kemudahan akses pasar bagi pelaku usaha serta memperkuat peran Pelabuhan Talang Duku sebagai gerbang ekspor komoditas unggulan Jambi ke berbagai negara tujuan.

Trafik Petikemas IPC TPK Tembus 1,49 Juta TEUs Sepanjang Januari-Mei 2026
Jakarta, 15 Juni 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen secara kumulatif hingga Mei 2026 dengan total throughput mencapai 1.492.721 TEUs, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.406.875 TEUs.
 
Sementara itu, pada Mei 2026 saja, IPC TPK membukukan pertumbuhan operasional sebesar 4 persen dengan total arus petikemas mencapai 333.146 TEUs dibandingkan Mei 2025 sebesar 320.109 TEUs. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi barang dan perdagangan internasional menjelang pertengahan tahun.
 
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan kesiapan fasilitas dan layanan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus logistik di tengah peningkatan trafik petikemas.
 
“Peningkatan aktivitas logistik selama Mei 2026 mendorong optimalisasi layanan terminal di seluruh area kerja IPC TPK. Kesiapan operasional menjadi kunci utama agar arus barang tetap berjalan lancar, aman, dan efisien,” ujar Daniel.
 
Pertumbuhan trafik tercatat merata di berbagai wilayah operasi perusahaan. Pada periode Mei 2026, Area Panjang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,8 persen, disusul Area Jambi sebesar 15,4 persen. Sementara itu, Area Tanjung Priok 1 dan Tanjung Priok 2 masing-masing tumbuh sebesar 5,5 persen dan 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Secara kumulatif hingga Mei 2026, Area Tanjung Priok 1 menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,7 persen, diikuti Area Panjang sebesar 7,4 persen, Area Tanjung Priok 2 sebesar 5,6 persen, Area Pontianak sebesar 3 persen, serta Area Jambi sebesar 1,1 persen.
 
Keberhasilan menjaga tren pertumbuhan ini juga ditopang langkah strategis perusahaan dalam memperluas konektivitas pelayaran internasional. Pada Mei 2026, IPC TPK resmi melayani layanan baru South China Java X-Press (SCJX) milik X-Press Feeders yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan China Selatan. Kehadiran layanan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan dan kebutuhan konektivitas logistik antara Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang.
 
Pertumbuhan trafik IPC TPK juga sejalan dengan kinerja perdagangan nasional yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia periode Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
IPC TPK akan terus memperkuat efisiensi layanan, kesiapan operasional, dan konektivitas pelayaran guna mendukung kelancaran rantai pasok nasional serta pertumbuhan perdagangan internasional.
 
“Melalui peningkatan kualitas layanan dan operational excellence secara konsisten, IPC TPK optimistis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi ekosistem logistik nasional dan seluruh mitra pengguna jasa,” tutup Daniel.


Dukung ESG dan SDGs,
IPC TPK Manfaatkan Kembali 209 Kilogram Seragam Bekas
Jakarta, 12 Juni 2026 – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui peluncuran program “IPC TPK ReWear Project”, sebuah inisiatif pengelolaan limbah tekstil berbasis upcycling yang menjadi program TJSL pertama di lingkungan Pelindo Group dengan fokus pada pemanfaatan kembali seragam bekas karyawan.
 
Mengusung tagline “Langkah Kecil Dampak Besar”, program ini bertujuan membudayakan sustainable way of life di lingkungan perusahaan melalui langkah sederhana yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Inisiatif tersebut sekaligus mendukung implementasi prinsip circular economy serta berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi scope 3 melalui pemanfaatan kembali material tekstil yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah.
 
Melalui program ini, IPC TPK berhasil mengumpulkan lebih dari 209 kilogram seragam bekas dari berbagai unit kerja yang kemudian diolah kembali menjadi produk fungsional bernilai guna seperti shopping bag, pouch, dan laptop pouch. Selain memperpanjang siklus hidup material, program ini juga menjadi bentuk pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
 
Industri fashion global sendiri diketahui menyumbang sekitar 8–10 persen emisi karbon dunia dan menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah tekstil setiap tahunnya. Menjawab tantangan tersebut, IPC TPK menghadirkan ReWear Project sebagai solusi konkret yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga membangun budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan.
 
Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan program ini menjadi bagian dari implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 mengenai Responsible Consumption and Production serta poin 13 tentang Climate Action.
 
“Melalui IPC TPK ReWear Project, kami ingin menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan limbah tekstil sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa sustainability dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan kerja. Program ini menjadi wujud komitmen IPC TPK dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam aktivitas perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Daniel.
 
Lebih dari sekadar program pengelolaan limbah, ReWear Project juga mencerminkan keterlibatan aktif karyawan dalam membangun budaya kerja yang lebih peduli lingkungan. Partisipasi pegawai dalam pengumpulan seragam bekas menjadi simbol kolaborasi internal perusahaan dalam menciptakan dampak keberlanjutan yang nyata.
 
Melalui pemanfaatan kembali 209 kilogram seragam bekas, IPC TPK ReWear Project berpotensi menghindari emisi karbon sekitar 5,23 ton CO₂e. Dampak tersebut setara dengan kemampuan serapan karbon tahunan sekitar 1 hektare atau 10.000 meter persegi lahan vegetasi tropis serta penghematan lebih dari 5,2 juta liter air.
 
IPC TPK berharap ReWear Project dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya inisiatif serupa di sektor kepelabuhanan dan logistik nasional. Melalui langkah ini, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja operasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.



Rute Baru Gold Star Line Tambah Direct Connectivity IPC TPK ke Tiongkok Selatan

Jakarta, 11 Juni 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana layanan South China Indonesia Service milik Gold Star Line di Terminal Operasi 3 Internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
 
Kapal MV AS Carolina menjadi kapal pertama (maiden voyage) dari layanan tersebut yang sandar di IPC TPK pada Senin (8/6) pukul 21.30 WIB. Layanan ini menghubungkan sejumlah pelabuhan utama di Tiongkok Selatan, yakni Yantian, Xiamen, dan Nansha, dengan Jakarta dan Surabaya sebagai hub distribusi di Indonesia.
 
Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan kehadiran layanan baru ini menjadi bagian dari penguatan jaringan logistik intra-Asia yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas perdagangan kawasan. “IPC TPK terus memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas terminal, serta keandalan layanan operasional guna menghadirkan pelayanan yang efisien, aman, dan tepat waktu bagi perusahaan pelayaran global maupun pengguna jasa,” ujar Yanuar.
 
MV AS Carolina merupakan kapal petikemas berbendera Portugal dengan spesifikasi panjang kapal (Length Overall/LOA) 222 meter dan lebar kapal (Beam) 30 meter. Dalam pelayanan perdananya di IPC TPK, kapal tersebut berhasil merampungkan kegiatan bongkar muat sebanyak 1.209 boxes.
 
Kehadiran South China Indonesia Service turut memperluas konektivitas langsung Indonesia dengan kawasan industri utama di Tiongkok Selatan yang selama ini menjadi salah satu pusat manufaktur global. Layanan ini diharapkan dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih kompetitif sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok bagi pelaku usaha nasional. Sebelumnya, IPC TPK juga telah melayani South China Java X-Press (SCJX) milik X-Press Feeders yang terhubung dengan kawasan Tiongkok Selatan. Kehadiran layanan baru ini mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan dan kebutuhan akan konektivitas logistik antara Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang.
 
Dengan dukungan operasional 24/7 serta penguatan digitalisasi layanan kepelabuhanan, IPC TPK optimistis dapat mengakomodasi pertumbuhan arus perdagangan bilateral Indonesia–Tiongkok yang terus berkembang.
 
“Kami berharap layanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi kelancaran arus barang, penguatan perdagangan kedua negara, serta peningkatan daya saing logistik nasional,” tutup Yanuar.