Rabu, 09 September 2026

Press Release IPC TPK edisi September 2026 (Kerjasama)



Sukses Integrasikan GRC dan Operasional Pelabuhan,
IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Jakarta, 10 September 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business. Melalui penganugerahan tahun ini yang mengangkat tema "Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC", IPC TPK dinilai telah mengimplementasikan praktik tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan yang berkesinambungan dengan aktivitas operasional bisnis maritim dan kepelabuhanan.

"Penghargaan ini merupakan representasi dari langkah nyata seluruh insan IPC TPK dalam menerapkan prinsip Governance, Risk, dan Compliance secara terintegrasi di setiap lini operasi kami," ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.

Salah satu penghargaan yang diterima oleh IPC TPK pada ajang tersebut adalah predikat "TOP GRC Awards Stars 4". Penghargaan Bintang 4 ini menunjukkan bahwa sistem, infrastruktur, dan implementasi GRC di lingkungan IPC TPK dinilai mampu mendukung keberhasilan strategi bisnis perusahaan. Melalui penerapan GRC, perusahaan memitigasi risiko bisnis secara proaktif sekaligus memastikan aktivitas bongkar muat dan layanan pelabuhan senantiasa mengedepankan standar operational excellence yang efisien, aman, dan berwawasan lingkungan.

TOP GRC Awards merupakan kegiatan corporate awarding tahunan di bidang Governance, Risk and Compliance yang diselenggarakan Majalah Top Business bersama para mitra dan pemangku kepentingan GRC. Kegiatan ini memadukan proses penilaian, wawancara penjurian, apresiasi, benchmarking, serta pembelajaran untuk mendorong peningkatan kualitas dan efektivitas implementasi GRC pada perusahaan-perusahaan Indonesia. Total peserta yang mengikuti ajang tersebut mendekati 200 perusahaan.

"Ke depannya, IPC TPK akan terus menyelaraskan strategi GRC dengan inisiatif keberlanjutan kami, sehingga perusahaan dapat memberikan layanan logistik pelabuhan yang optimal sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," tutup Daniel.



Momen Hari Pelanggan Nasional, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting
Bogor, 8 September 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan kegiatan "Customer Rafting Experience" yang melibatkan 21 perwakilan pengguna jasa dari perusahaan pelayaran internasional maupun domestik pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di area Cisadane River Rafting, Bogor, inisiatif ini dirancang secara khusus untuk mempererat kolaborasi dan membangun tingkat keterikatan (engagement) yang lebih baik antara perusahaan dengan para mitra strategis.

Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi nyata perusahaan kepada para pelanggan setianya. "Momentum Hari Pelanggan Nasional ini kami manfaatkan tidak sekadar untuk memberikan pelayanan operasional yang prima di pelabuhan, tetapi juga untuk menyapa dan berinteraksi langsung dengan pengguna jasa di luar rutinitas kerja formal. Kami ingin mendengarkan mereka sebagai mitra dalam mendorong giat logistik nasional," ujarnya.

Mengusung tema "Beyond Business, Building Stronger Connections", kegiatan ini menuntut kekompakan dan kerja sama tim dari seluruh peserta. Melalui berbagai tantangan di rute arung jeram, IPC TPK berupaya mencairkan komunikasi korporat agar tercipta hubungan yang lebih solid. Interaksi santai di alam terbuka ini menjadi wadah yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam menitipkan layanan logistiknya kepada IPC TPK.

Partisipasi aktif puluhan perwakilan perusahaan pelayaran dan pemilik barang membuktikan tingginya dukungan terhadap langkah proaktif IPC TPK. Ke depannya, IPC TPK berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang berfokus pada kepuasan pelanggan, sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi operator terminal petikemas yang selalu mengedepankan kemitraan strategis jangka panjang dengan seluruh pengguna jasanya.

"Semoga ke depannya kolaborasi kita semakin erat, sehingga IPC TPK dan seluruh pengguna jasa mampu tumbuh bersama dan menciptakan layanan logistik yang lebih andal," tutup Yanuar.





Hari Pelanggan Nasional 2026: IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa Demi Kelancaran Logistik Daerah

Pontianak, 4 September 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan menyalurkan bantuan berupa paket makanan ringan dan masker gratis kepada pengguna jasa serta pengemudi truk petikemas yang beroperasi di area terminal. Aksi simpatik ini digelar di tengah kondisi ekstrem akibat maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah Kalimantan Barat dan memicu paparan kabut asap tebal. Langkah ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap kesehatan para pekerja lapangan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga rantai pasok barang.

“Hari Pelanggan Nasional tahun ini kami jadikan momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus perlindungan nyata bagi para pengguna jasa dan pengemudi truk yang terus bekerja tanpa kenal lelah. Di tengah paparan kabut asap akibat karhutla, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja di lapangan adalah prioritas utama kami agar operasional bongkar muat dan distribusi barang di Kalimantan Barat dapat terus berjalan lancar dan aman,” ujar Terminal Head IPC TPK Pontianak, M. Loutfie Hidayat.

Pembagian masker kesehatan dan logistik makanan ringan ini ditujukan untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang mengintai para pengemudi armada logistik selama menempuh perjalanan darat maupun melakukan aktivitas bongkar muat. Terganggunya kesehatan para pengemudi truk berpotensi menghambat efisiensi operasional dan memperlambat arus keluar-masuk barang di pelabuhan. Oleh karena itu, perhatian pada aspek kesehatan secara langsung berkontribusi pada stabilitas pasokan logistik regional.

Sinergi yang erat antara manajemen IPC TPK Terminal Pontianak dan para pemangku kepentingan terbukti memperkokoh ketahanan operasional pelabuhan, sehingga pemenuhan kebutuhan pokok dan komoditas unggulan masyarakat Kalimantan Barat tetap dapat terdistribusi tepat waktu meskipun dihadapkan pada kendala kondisi ekstrem.

“Melalui kolaborasi dan kepedulian yang berkelanjutan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, menjamin keamanan kerja, serta memastikan arus barang di Kalimantan Barat tetap bergerak efisien demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Loutfie.

Press Release IPC TPK edisi Agustus 2026 (Kerjasama)




Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI
Jakarta, 26 Agustus 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kunjungan strategis ini dilaksanakan dalam rangka Koordinasi Strategis Pengembangan Konektivitas Wilayah untuk Peningkatan Nilai Tambah Wilayah Pembangunan Indonesia Barat di Provinsi DKI Jakarta. Bertempat di ruang kontrol terpadu Integrated Planning & Control, peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual operasional bongkar muat petikemas, mengidentifikasi berbagai tantangan serta potensi pengembangan, sekaligus menjaring masukan langsung dari pemangku kepentingan guna memastikan penyusunan rencana kebijakan logistik nasional yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan delegasi Bappenas RI di ruang Integrated Planning & Control IPC TPK. Melalui digitalisasi dan pemantauan sistem secara real-time, IPC TPK terus berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional serta keandalan layanan bongkar muat. Sinergi bersama Bappenas ini sangat krusial agar perencanaan infrastruktur dan konektivitas nasional senantiasa selaras dengan dinamika operasional di lapangan,” ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan.

Dalam peninjauan tersebut, tim Bappenas RI mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai arus barang, tingkat produktivitas terminal, hingga integrasi sistem digitalisasi kepelabuhanan yang menjadi tulang punggung kelancaran arus logistik di Indonesia Barat. Diskusi interaktif yang berfokus pada pemetaan simpul-simpul konektivitas antara simpul laut dan darat, optimalisasi kapasitas terminal, serta strategi untuk menurunkan biaya logistik nasional. Data operasional yang disajikan secara faktual menjadi bahan evaluasi penting bagi Bappenas dalam merumuskan pemetaan potensi pengembangan wilayah secara presisi.

Kunjungan lapangan ini menjadi wadah kolaborasi produktif antara pembuat kebijakan nasional dan pengelola terminal sebagai garda terdepan sistem logistik maritim. Pemahaman mendalam atas kondisi faktual di terminal peti kemas DKI Jakarta diharapkan mampu memperkuat landasan penyusunan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi wilayah Indonesia Barat. Integrasi jaringan konektivitas yang solid dipandang sebagai kunci utama dalam mendorong daya saing produk nasional, efisiensi arus barang, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Indonesia.

“IPC TPK siap memberikan kontribusi aktif, data faktual, serta masukan konstruktif bagi Bappenas RI. Kami optimis hasil peninjauan dan koordinasi strategis ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat konektivitas maritim, mengoptimalkan nilai tambah wilayah Indonesia Barat, serta mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, andal, dan berdaya saing tinggi,” tutup Daniel.


IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional melalui Kolaborasi TJSL “The North Green Movement
Jakarta, 20 Agustus 2026 – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya rehabilitasi lingkungan dan penguatan ekosistem pesisir melalui partisipasi dalam gerakan The North Green Movement yang diinisiasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Utara. Melalui kolaborasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang lingkungan, IPC TPK turut mengambil bagian dalam kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara.
 
Mengusung semangat “Bersama Menjaga Pesisir Jakarta, Mewariskan Masa Depan”, gerakan kolaboratif tersebut berhasil menghimpun sebanyak 3.000 bibit mangrove melalui dukungan berbagai pihak, termasuk HIPMI, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, dan dunia usaha. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, S.IP., M.A., sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir Jakarta.
 
Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara, Victor Herryanto, menyampaikan bahwa The North Green Movement tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penanaman mangrove semata, tetapi juga sebagai upaya membangun komitmen dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan pesisir.
 
“Menjaga pesisir bukan hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan kota, aktivitas ekonomi, serta masa depan generasi mendatang. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga pesisir Jakarta secara berkelanjutan,” ujar Victor.
 
Dukungan IPC TPK dalam gerakan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk menghadirkan kontribusi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Sebagai bagian dari ekosistem logistik dan kepelabuhanan nasional, IPC TPK menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan pesisir memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
 
“Bagi IPC TPK, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga kelangsungan bisnis, tetapi juga tentang memastikan lingkungan dan masyarakat dapat tumbuh bersama. Melalui kolaborasi TJSL dalam The North Green Movement, kami ingin mengambil bagian dalam upaya menjaga ekosistem mangrove sebagai salah satu benteng alami kawasan pesisir sekaligus investasi lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.
 
Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai habitat berbagai biota, penyerap karbon, serta pelindung alami kawasan pantai dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi mangrove tidak hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan wilayah pesisir.
 
Melalui kolaborasi ini, IPC TPK berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Partisipasi dalam The North Green Movement sejalan dengan komitmen TJSL perusahaan untuk terus membangun kolaborasi yang memberikan manfaat dan menciptakan nilai bersama bagi lingkungan, masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem. Sebab menjaga pesisir hari ini merupakan bagian dari menjaga masa depan Indonesia.



Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang
Palembang, 14 Agustus 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar terminal operasional dengan menyalurkan 4 (empat) unit gerobak sampah beserta alat pendukung kebersihan di IPC TPK Palembang. Bantuan sarana kebersihan ini diserahkan langsung oleh Terminal Head IPC TPK Palembang, Adi Saputra Darmansyah, kepada Lurah Ilir Timur II, Bapak H. Wiyanta, S.Pd., M.Si., serta para Ketua RT penerima manfaat, yaitu RT 18 RW 02 Kelurahan 5 Ilir, RT 18 RW 01 Kelurahan Lawang Kidul, dan RT 19 RW 01 Kelurahan Lawang Kidul. Langkah ini menjadi bagian dari aksi nyata perusahaan dalam mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan tertata.
 
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan, "Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian dari IPC TPK dalam mempermudah alur pengangkutan sampah dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan."
 
Penyaluran bantuan ini selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Secara khusus, program ini mendukung SDG Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peminimalisan risiko penyakit akibat penumpukan sampah, SDG Poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menciptakan kawasan permukiman yang lebih layak huni, serta SDG Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) yang mengedepankan rantai pengelolaan dan pemilahan sampah domestik secara efisien.
 
Inisiatif tersebut juga menegaskan komitmen IPC TPK dalam mendukung agenda prioritas nasional Asta Cita Presiden, khususnya pada poin Asta Cita ke-2 untuk membangun lingkungan di tingkat tapak (RT/RW) serta Asta Cita ke-8 dalam menjaga keselarasan hidup dengan alam dan lingkungan.
 
Sinergi yang terjalin antara IPC TPK, pemerintah kelurahan, dan tokoh masyarakat di Ilir Timur II, 5 Ilir, serta Lawang Kidul memastikan bantuan ini tepat sasaran dan berdaya guna tinggi. Gerobak sampah yang baru disalurkan diharapkan dapat mengoptimalkan mobilisasi petugas kebersihan harian di lapangan, sehingga potensi pencemaran dan sumbatan saluran air di area padat penduduk dapat diantisipasi sejak dini. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Perwakilan IPC TPK Palembang.
 
"Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk kebersihan dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar," tutup Daniel.


Tingkatkan Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut
Jakarta, 6 Agustus 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara melalui kegiatan penandatanganan kesepakatan/MoU yang dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada Kamis, 6 Agustus 2026. Penandatanganan Kesepakatan/MoU ini terkait Bantuan Penanganan Permasalahan di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) yang merupakan perpanjangan dari kesepakatan bersama yang telah terjalin di tahun-tahun sebelumnya.
 
Senior Manager Hukum dan Pengadaan IPC TPK, Agus Fazri, menyampaikan pentingnya pendampingan hukum secara berkala untuk keberlangsungan operasional perusahaan. “Pendampingan hukum bagi IPC TPK merupakan langkah mitigasi risiko preventif yang sangat krusial. Tidak hanya saat menghadapi permasalahan, pendampingan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara membantu memastikan seluruh proses operasional, pengadaan, dan administrasi IPC TPK di tahun 2026 ini senantiasa patuh pada regulasi serta prinsip akuntabilitas,” ujar Agus Fazri.
 
Acara penandatanganan tersebut disaksikan oleh jajaran pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara serta jajaran manajemen IPC TPK. Penandatanganan Kesepakatan Bersama ini dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., yang disaksikan oleh Executive Director 2 Pelindo, Budi Prasetio. Kesepakatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan serta bantuan hukum, sehingga seluruh kegiatan operasional dan administrasi di lingkungan IPC TPK senantiasa sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
“Melalui perpanjangan kerja sama di tahun 2026 ini, kami berharap sinergi dan kolaborasi antara IPC TPK dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara semakin solid. Dukungan ini memberikan kepastian hukum bagi IPC TPK untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan operasional terminal petikemas,” tutup Agus.




Tingkatkan Transparansi dan Kelancaran Logistik, IPC TPK Siap Operasikan Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor
Jakarta, 4 Agustus 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mempertegas komitmennya dalam meningkatkan transparansi layanan dan kepatuhan terhadap regulasi melalui penandatanganan Berita Acara Hasil Verifikasi dan Penilaian Satu Unit Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor di TPS IPC TPK (TER3) dan TPS Mustika Alam Lestari (TMAL). Proses verifikasi ini diselenggarakan bersama Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok serta Manajemen PT Mustika Alam Lestari. Langkah strategis ini dilakukan oleh IPC TPK sebagai pemenuhan standar fasilitas terminal peti kemas yang dipersyaratkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia guna mendukung kelancaran dan transparansi logistik nasional.
 
“Penerapan ini menjadi komitmen kita bersama untuk memenuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan RI. Terima kasih atas sinergi yang telah kita lakukan bersama untuk mendukung kelancaran logistik,” ujar Daniel Setiawan selaku Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.
 
IPC TPK memastikan seluruh aspek teknis dan operasional perangkat pemindai telah melalui pengujian yang ketat. Pemenuhan fasilitas ini diselaraskan dengan aturan standardisasi sarana dan prasarana kepabeanan untuk menjamin tingkat keamanan serta akurasi dalam pemeriksaan barang. Penilaian objektif ini memberikan kepastian hukum dan operasional bahwa fasilitas ekspor yang dikelola IPC TPK berada dalam kondisi prima melalui verifikasi dan penilaian bersama instansi kepabeanan.
 
Dari hasil pengujian tersebut, kesimpulan penilaian menegaskan bahwa hasil verifikasi terhadap ketersediaan dan kesiapan alat pemindai peti kemas telah melampaui nilai minimum yang ditetapkan. Alat pemindai tersebut dinyatakan telah memenuhi standar minimal yang dibutuhkan untuk memindai peti kemas ekspor.

“Dengan diselenggarakannya penandatanganan ini, secara resmi alat peminda peti kemas ekspor tersebut dapat digunakan. Kami harap penggunaan alat pemindai peti kemas ekspor akan menunjang transparansi dan kelancaran logistik nasional,” ujar Agustian Chandra, Terminal Head TPK Tanjung Priok IPC TPK.


Terima Kunjungan Delegasi Madagaskar,IPC TPK Dorong Modernisasi Layanan Bongkar Muat Berbasis Digital

Jakarta, 3 Agustus 2026 – Manajemen IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Pemerintah Madagaskar yang didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Integrated Planning & Control Room, Tanjung Priok, Jakarta pada Kamis (30/07). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung sistem operasional pelabuhan berbasis digital yang diimplementasikan oleh IPC TPK. Selain menjadi ajang berbagi pengetahuan terkait simplifikasi layanan logistik, pertemuan strategis ini juga ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral serta kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Madagaskar yang telah terjalin kuat selama bertahun-tahun.
 
“Kunjungan ini merupakan momentum baik bagi IPC TPK untuk menunjukkan bagaimana implementasi Integrated Planning & Control Room mampu memodernisasi layanan bongkar muat secara real-time dan efisien.” ujar Yanuar Evyanto selaku Plt. Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis IPC TPK.
 
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Madagaskar menyaksikan langsung visualisasi proses perencanaan dan pengendalian pelayanan kapal serta petikemas yang seluruhnya dikendalikan secara terpusat. Sinergi antara modernisasi pelabuhan yang dilakukan IPC TPK dan sistem yang dibangun oleh LNSW terbukti mampu memangkas dwelling time dan meningkatkan transparansi alur barang di terminal. Penerapan teknologi ini menarik perhatian besar dari delegasi Madagaskar, yang saat ini tengah gencar melakukan reformasi tata kelola pelabuhan dan digitalisasi perdagangan internasional di negaranya untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui fasilitasi dari LNSW Kemenkeu RI, transfer keahlian dalam pengelolaan single window dan operasional terminal petikemas ini diharapkan dapat merealisasikan potensi ekonomi di kawasan Samudra Hindia.
 
Kunjungan tersebut dihadiri oleh jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), manajemen Pelindo Regional 2 dan manajemen IPC TPK. Pada kesempatan ini, tim operasi IPC TPK menjelaskan profil perusahaan dari Pelindo Group hingga operator terminal peti kemas yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Selanjutnya, rombongan delegasi Madagaskar dan tim LNSW diajak untuk melihat fungsi-fungsi yang beroperasi di ruang Integrated Planning & Control Room mulai dari Marine Service, Multipurpose, Container Terminal, hingga Traffic & Safety Control.
 
“Kami berharap sistem digitalisasi yang terintegrasi dengan ekosistem LNSW ini dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim kedua negara," tutup Yanuar.

Forwami Bersama Manajemen PTP Nonpetikemas Jalin Keakraban dengan Diskusi dan Makan Siang Bersama



JAKARTA UTARA - Pada Kamis (20/08/2026), Pengurus dan Anggota Forum Wartawan Maritim Indonesia mendapat kehormatan, diundang diskusi santai dan makan siang bersama manajemen PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas.


Acara Diskusi tersebut berlangsung di ROASTYMARY CAFE Sunter Jakarta Utara. 


Hadir pada kesempatan itu, Manajemen, Ibu Fiona Sari Utami, selaku Sekretaris Perusahaan bersama Tim Corcom PTP Nonpetikemas.


"Terima Kasih kami sampaikan kepada Pak Dirut, Pak Indra HIdayat Sani, bersama segenap manajemen PTP Nonpetikemas dan Tim Sekper, yang telah berkenan berdiskusi dan jamuan makan siang " ungkap Hoddy Sitanggang, SE. Ketua FORWAMI didampingi pengurus dan anggota.


(Tim Forwami).