Tampilkan postingan dengan label PRESS RELEASE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRESS RELEASE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2026

NPCT1 Catat Kinerja Gemilang, Tembus 10 Juta TEUs dan Perkuat Posisi sebagai Terminal Peti Kemas Unggulan Nasional



JAKARTA  — New Priok Container Terminal One (NPCT1) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan operasionalnya dengan menembus total penanganan 10 juta TEUs sejak mulai beroperasi pada 2016. 


Capaian tersebut diraih pada Agustus 2025 dan menjadi penanda konsistensi kinerja terminal peti kemas yang berada di bawah naungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui kerja sama dengan mitra global SEA Terminal Management & Service (STMS).


Sepanjang 2025 hingga November, NPCT1 berhasil menangani 1,39 juta TEUs, menempatkannya pada jalur yang solid untuk menutup tahun dengan performa positif. Direktur NPCT1, Kiki Mohammad Hikmat, menyebut pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna jasa serta kuatnya kolaborasi antara operator terminal, mitra pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya.


“Pencapaian lebih dari 10 juta TEUs sejak 2016 menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga kinerja operasional, keselamatan, dan kualitas layanan,” ujar Kiki di Jakarta, Selasa (30/12).


Mitra Pelayaran


NPCT1 saat ini melayani 16 layanan pelayaran mingguan dan bermitra dengan sejumlah perusahaan pelayaran global seperti Maersk, Evergreen, MSC, HMM, SITC, Hapag-Lloyd, TS Lines, Namsung, Wan Hai Lines, dan Yang Ming. Terminal ini menjadi simpul penting bagi arus logistik nasional, melayani berbagai sektor mulai dari manufaktur, otomotif, hingga barang konsumsi dan pertanian.


Sepanjang 2025, kinerja operasional NPCT1 diperkuat melalui sejumlah peningkatan strategis. Di antaranya pengadaan satu unit quay crane, lima rubber-tired gantry (RTG), serta tujuh prime mover baru yang mendukung kelancaran bongkar muat. 


Penerapan Terminal Booking System (TBS) sejak Agustus 2025 turut meningkatkan efisiensi arus truk, menekan kepadatan, dan memperlancar proses penerimaan serta pengiriman peti kemas. Optimalisasi yard melalui pengaturan klaster, prioritas bay day, dan pemantauan berkelanjutan juga menjaga tingkat yard occupancy tetap stabil di kisaran 60 persen, sekaligus mendorong pertumbuhan volume hingga 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


SDM dan Elektrifikasi


Di sisi lain, NPCT1 terus memperkuat fondasi keberlanjutan melalui pengembangan sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan tinggi, serta akselerasi transformasi digital. Sistem penagihan elektronik melalui platform ECON, pembaruan Global Terminal Operating System (GTOS), integrasi dengan platform trucking, hingga penguatan keamanan siber menjadi bagian dari strategi peningkatan efisiensi dan transparansi layanan.


Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus utama. NPCT1 menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50 persen pada 2030, antara lain melalui pemanfaatan energi surya yang saat ini mampu menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan listrik gedung utama. 


Seluruh armada RTG telah beralih ke sistem listrik dan hybrid, sementara prime mover menggunakan bahan bakar B40. Fasilitas cold ironing juga telah dioperasikan untuk memungkinkan kapal mematikan mesin saat sandar, sehingga menekan emisi gas buang.


“Elektrifikasi menjadi pilar penting dalam strategi keberlanjutan kami,” ujar Kiki. Ia menambahkan, seluruh upaya tersebut diperkuat dengan penerapan standar ISO 14001:2015 sebagai jaminan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dan berkelanjutan.


Dengan luas terminal mencapai 32 hektare, didukung sembilan quay crane, 29 RTG, 51 prime mover, tiga dermaga sepanjang total 850 meter, kapasitas harian hingga 6.000 TEUs, serta 990 reefer plug, NPCT1 menegaskan posisinya sebagai salah satu terminal peti kemas paling modern dan andal di Indonesia. Ke depan, NPCT1 berkomitmen terus memperkuat inovasi, efisiensi, dan kemitraan guna mendukung daya saing logistik nasional dan regional.


(Tim Komunikasi Forwami).


Senin, 01 September 2025

Selamat & Sukses Atas Perubahan nama dari PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) menjadi PT Pelindo Solusi Maritim (PSM)




JAKARTA
- Efektif mulai Hari Senin 1 September 2025, ada perubahan nama dari PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) menjadi PT Pelindo Solusi Maritim (PSM).   

"Kami atas nama segenap Anggota Forum Wartawan Maritim Indonesia (FORWAMI) mengucapkan Selamat dan Sukses Kepada PT Pelindo Solusi Maritim (PSM), semoga tambah maju, sukses untuk berkontribusi kepada PT Pelindo (Persero) khususnya dan kepada segenap Pengguna Jasa Kemaritiman Indonesia," Ungkap Hoddy Sitanggang, Ketua Umum Forwami.

(Tim Forwami ).



Kamis, 14 Agustus 2025

Siaran Pers PT Multi Terminal Indonesia , edisi Kamis 14 Agustus 2025 tentang Meriahkan HUT RI ke – 80 Tahun, MTI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis kepada 250 TKBM

 



JAKARTA  - Meriahkan HUT RI ke 80, MTI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Jakarta & Surabaya PT Multi Terminal Indonesia (PT MTI) bersama dengan PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk 250 orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di lingkungan kerja PT MTI.

Acara yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 80 itu dibuka oleh Plt. Direktur Utama PT MTI, Budi Azmi dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam rangka Semarak HUT RI ke 80, PT MTI bersama dengan SPSL mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk TKBM di wilayah kerja MTI yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.

Kegiatan ini merupakan bagian pelaksanaan implementasi Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) Pelindo Grup. “Apresiasi terhadap antusiasme peserta yang hadir, hal ini membuktikan meningkatnya kesadaran dan kepedulian akan pentingnya deteksi dini kesehatan diri, semoga kegiatan ini membawa manfaat untuk keberlangsungan kesehatan para TKBM, ujar Budi menambahkan.

Sementara itu Cecep Anwar didampingi Sukri perwakilan TKBM Tanjung Priok menyampaikan terima kasih atas kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan oleh PT MTI dan SPSL. “Kami sangat terbantu dan merasakan manfaatnya sehingga kami bisa mengetahui kondisi kesehatan kami secara menyeluruh. Harapannya semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut lagi di tahun depan” Ujar Cecep. Ungkapan senada juga dikatakan oleh Muhammad Nur Hasan perwakilan dari TKBM Tanjung Perak, Surabaya.

Pada kesempatan yang sama Sekretariat Perusahaan, Sucahyo menerangkan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu bagian dari serangkaian kegiatan program TJSL Pelindo Grup dalam rangka Semarak HUT RI ke 80 tahun 2025. Pemeriksaan kesehatan ini berfokus kepada pemeriksaan Medical Check Up (MCU) meliputi Anamnesa Dokter, Pemeriksaan Fisik (TB,BB,IMT), Pemeriksaan Tanda Vital (Nadi, Tekanan Darah), Pemeriksaan Visus & Buta Warna. Penilaian dilakukan oleh Dokter Spesialis Okupasi, Radiology (Thorax Foto), Spirometri, serta Pengecekan Laboratorium, selain MCU kepada peserta MCU juga diberikan paket makanan sehat dan bergizi, vitamin, serta susu.

Pemeriksaan Kesehatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Pelindo Grup terhadap TKBM melalui program TJSL sehingga diharapkan kondisi kesehatan para TKBM tetap terjaga dan selalu dalam kondisi prima untuk melakukan aktifitas pekerjaannya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada team dari IHC Rumah Sakit Pelabuhan atas dukungannya sehingga kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar,”tutup Cahyo.

 

(Tim Corcom Forwami)

 

Press Release PT Pelabuhan Tanjung Priok, edisi Rabu 13 Agustus 2025, tentang Semester I 2025, PTP Nonpetikemas Catat Kinerja Bertumbuh






Jakarta, 1 Agustus 2025 — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus memperkuat kinerja operasionalnya guna mencapai target throughput tahun 2025. Dengan mengedepankan layanan terintegrasi dan pemanfaatan teknologi terbaru, PTP Nonpetikemas optimistis mampu mendorong peningkatan arus barang secara signifikan.


Tahun ini, perusahaan menargetkan throughput sebesar 53,5 juta ton/m³. Untuk merealisasikan target tersebut, PTP Nonpetikemas mengimplementasikan sejumlah program strategis, di antaranya modernisasi terminal, kolaborasi langsung dengan pemilik kargo dan pelaku logistik, penyediaan layanan Port Management Service berbasis Planning & Control terintegrasi melalui Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M), serta penguatan aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment).

Hingga akhir Juni 2025, PTP Nonpetikemas mencatat realisasi throughput sebesar 22.401.788 ton/m³, meningkat 6,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (21.124.424 ton/m³).


Kontribusi arus barang tersebut berasal dari empat jenis kemasan utama Curah Kering: 45%, General Cargo: 27%, Curah Cair: 22% dan Bag Cargo: 6%.


Hingga Semester I 2025, PTP mencatat peningkatan throughput di berbagai jenis kemasan. Pada General Cargo, tiga cabang teratas adalah Tanjung Priok dengan 4.633.805 ton/m³ (naik 29,81% dari 2024), Banten 416.430 ton/m³ (naik 20,73%), dan Pangkal Balam 29.386 ton/m³ (naik 26,29%). Untuk Bag Cargo, Teluk Bayur mencatat 398.265 ton/m³ (naik 59,32%), Tanjung Pandan 248.785 ton/m³ (naik 12,61%), dan Tanjung Priok 62.304 ton/m³ (naik 15,86%). Pada Curah Cair, Jambi mencatat 532.061 ton/m³ (naik 69,64%), Teluk Bayur 1.441.073 ton/m³ (naik 11,11%), dan Panjang 434.661 ton/m³ (naik 33,46%). Sementara itu, Curah Kering mencatat lonjakan di Pontianak sebesar 965.592 ton/m³ (naik 691%), Cirebon 1.659.230 ton/m³ (naik 18,57%), dan Pangkal Balam 150.347 ton/m³ (naik 77,03%).


Pertumbuhan pada layanan General Cargo didorong oleh peningkatan aktivitas bongkar muat di Cabang Tanjung Priok, khususnya dari komoditas steel product. Sementara pada Curah Cair, kontribusi signifikan datang dari Cabang Jambi yang melayani pengapalan kondensat milik PT Laban Raya Samodra, serta meningkatnya volume minyak goreng milik PT Ligita Jaya yang ditangani Cabang Teluk Bayur.


Untuk Curah Kering, Cabang Cirebon mencatatkan pertumbuhan positif berkat kegiatan bongkar muat batubara milik PT Indragarda Paling Gesit, PT Abra Cirebon Sakti, dan PT Eka Nusa Dwi Sapta. Volume pasir kuarsa milik PT Abra Cirebon Sakti juga mengalami kenaikan. Sementara itu, kinerja Bag Cargo terdongkrak oleh kelancaran distribusi semen di Cabang Teluk Bayur dan meningkatnya trafik pupuk kemasan bag produksi PT Pupuk Iskandar Muda.

Realisasi kinerja operasional yang diukur melalui indikator ton ship day (T/S/D) sepanjang tahun 2024 juga menunjukkan performa yang positif. Hal ini tercermin dari kontribusi PTP terhadap SPMT Group sebesar 39%, dengan total throughput perusahaan pada tahun 2024 mencapai 47.046.785 ton/m³.


Secara nasional, PTP Cabang Tanjung Priok mencatatkan throughput General Cargo tertinggi di antara seluruh cabang SPMT Group. Untuk Curah Cair, Cabang Teluk Bayur menempati posisi ketiga tertinggi. Adapun pada Curah Kering, Cabang Tanjung Priok kembali mencatatkan kinerja terbaik di lingkungan PTP Nonpetikemas, disusul oleh Cabang Panjang dan Bengkulu.


“Target 2025 kami mencerminkan komitmen terhadap pertumbuhan dan keunggulan. Kami yakin target ini dapat dicapai melalui modernisasi terminal, ekspansi bisnis, serta penguatan kolaborasi dengan para pengusaha bongkar muat dan mitra strategis lainnya,” ujar Indra Hidayat Sani, Direktur Utama PTP Nonpetikemas.


SELESAI




Senin, 07 Juli 2025

Pelindo Sukses Uji Coba Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu




Bengkulu, 7 Juli 2025 – Uji coba alur pelayaran Pelabuhan Pulai Baai Bengkulu pada Senin dini hari, 7 Juli 2025, telah sukses dilaksanakan oleh Pelindo. Kapal penyeberangan KMP Tello yang menjadi sarana transportasi masyarakat Pulau Enggano dari dan ke Kota Bengkulu berhasil masuk ke dermaga untuk aktivitas bongkar muat barang dan orang pada sekitar pukul 02:30 WIB. 

"Alhamdulillah blocking alur sudah terbuka jam 21.00 semalam (6/7/2025) dan langsung dilakukan uji coba keluar masuk alur dengan tug boat Bunga Raflesia dengan aman. Selanjutnya, kapal perdana masuk jam sekitar pukul 02.30 dinihari tadi pagi, yaitu kapal penumpang KMP Pulo Tello tujuan Pulau Enggano” ungkap S. Joko, General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu. 


Pelindo senantiasa berkomitmen untuk melakukan percepatan pengerukan Pelabuhan Pulau Baaik Bengkulu sebagai upaya menjaga rantai logistik nasional sebagaimana penugasan dari Pemerintah yang didukung penuh oleh Kementerian Perhubungan RI. Keberhasilan uji coba ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pulau Baai, Pelindo serta berbagai instansi terkait di Bengkulu. 


"Kami harap aktivitas pelabuhan bisa segera kembali pulih dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujar Christanto Martubongs, S.Sit., M.M, Kepala KSOP Kelas III Pulau Baai Bengkulu.


Christanto menambahkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dikerjakan, yaitu kegiatan pengerukan lanjutan untuk menambah lebar alur masuk dan keluar; penetapan SOP alur; pengaturan panjang, draft dan lebar kapal-kapal yang akan masuk keluar alur; serta kewajiban penggunaan pandu dan tunda. 


“Kami berterima kasih dan terus mohon dukungan dari berbagai pihak agar proses pekerjaan berjalan dengan lancar sehingga dalam waktu dekat alur pelayaran sudah dapat normal kembali,” pungkas Joko.


(Tim Forwami)