IPC Terminal Petikemas Perkuat Upaya
Pencegahan Stunting Melalui Program PELITA 2026
Pencegahan Stunting Melalui Program PELITA 2026
Jakarta, 31 Juli 2026 – PT IPC Terminal Petikemas bersama enam perusahaan Pelindo Group resmi meluncurkan Program PELITA 2026 (Pelindo Tanpa Balita Stunting), sebuah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Group yang berfokus pada upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, dan pendampingan berkelanjutan bagi ibu hamil serta balita. Seremoni pembukaan diselenggarakan di Aula Lantai 3 Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Program ini merupakan hasil kolaborasi PT Pelindo Sinergi Lokaseva, PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tbk, PT Menara Maritim Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Jasa Armada Indonesia, PT Pelabuhan Tanjung Priok, dan PT Multi Terminal Indonesia sebagai bentuk sinergi Pelindo Group dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah operasional perusahaan.
Seremoni pembukaan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat, edukasi pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta workshop pengolahan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Program PELITA 2026 yang akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan dengan total 72 hari intervensi aktif, menyasar 30 balita dan 25 ibu hamil di Kelurahan Rawa Badak Utara. Selama periode tersebut, peserta akan mendapatkan pendampingan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pendampingan kepada orang tua atau wali.
Program PELITA 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Rawa Badak Utara atas sinergi Pelindo Group dalam menghadirkan program yang mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Lurah Rawa Badak Utara, Ester Laura Kartini, menyampaikan, "Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam Program PELITA 2026. Anak-anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa, sehingga upaya pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, tetapi sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik bagi ibu. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting," ujarnya.
Sementara itu, Senior Manager Sekretariat Perusahaan PT IPC Terminal Petikemas, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa kolaborasi lintas perusahaan dalam Pelindo Group menjadi kunci dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
"Melalui Program PELITA 2026, IPC Terminal Petikemas bersama Pelindo Group berupaya menghadirkan intervensi yang berkelanjutan melalui pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta pendampingan kepada ibu hamil dan orang tua. Kami berharap program ini dapat mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan bebas stunting," ujar Daniel.
Melalui Program PELITA 2026, IPC Terminal Petikemas bersama Pelindo Group berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Arus Petikemas IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan
73,7 Persen pada Juni 2026
73,7 Persen pada Juni 2026
Bandar Lampung, 29 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun 2026 dengan membukukan lonjakan arus petikemas sebesar 73,7% pada bulan Juni 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan signifikan ini dipicu oleh tingginya aktivitas perdagangan di wilayah Lampung dan sekitarnya, yang tercermin dari pertumbuhan pesat trafik peti kemas internasional untuk sektor ekspor dan impor serta penguatan interkoneksi logistik untuk sektor domestik.
"Pertumbuhan ini menegaskan bahwa Pelabuhan Panjang memegang peranan yang semakin strategis sebagai gerbang utama arus barang di gerbang selatan Pulau Sumatera. Lonjakan arus peti kemas yang luar biasa pada bulan Juni ini merupakan hasil nyata dari komitmen perusahaan dalam merespons dinamika pasar logistik secara adaptif," ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.
Faktor utama yang mendorong lonjakan di lapangan secara spesifik disumbang oleh penambahan satu kapal ad hoc oleh Pulau Laut Lines yang berhasil mengurai kebutuhan kapasitas angkut internasional, serta pembukaan layanan baru (new service) oleh PT Buaya Mas Prima yang berimplikasi langsung pada peningkatan trafik peti kemas domestik antarpulau. Keberhasilan operasional ini didukung penuh oleh keandalan sistem bongkar muat terminal dan kolaborasi erat antara IPC TPK dan para mitra pelayaran serta seluruh pemangku kepentingan pelabuhan.
“Kami berharap perluasan jaringan pelayaran dari para mitra ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi IPC TPK Panjang dalam memfasilitasi kelancaran rantai di gerbang logistik Sumatera bagian selatan.” Tutup Daniel.
Optimalkan Produktivitas Bongkar Muat,
IPC TPK Teluk Bayur Teken Kontrak Pelayanan dengan 4 Mitra Pelayaran
IPC TPK Teluk Bayur Teken Kontrak Pelayanan dengan 4 Mitra Pelayaran
Jakarta, 24 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan logistik maritim khususnya di wilayah Sumatera Barat. Hal ini dibuktikan melalui penandatanganan kontrak Berthing Window, Service Level Agreement (SLA), dan Service Level Guarantee (SLG) tahun 2026 untuk IPC TPK Teluk Bayur. Seremonial penandatanganan strategis ini dilakukan bersama empat pengguna jasa utama, yakni PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), dan PT Temas Shipping, yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (23/7).
Direktur Operasi & Teknik IPC TPK, Ahmad Mimbar, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk memberikan kepastian layanan yang optimal bagi para pengguna jasa strategis. "Penandatanganan Berthing Window, SLA, dan SLG ini menjadi bagian dari upaya untuk mempererat hubungan kami sebagai operator terminal dan pengguna jasa, yang bermuara pada pemenuhan ekspektasi pelayanan yang diharapkan pengguna jasa," ujar Ahmad Mimbar.
Acara penandatanganan ini turut disaksikan dan dihadiri langsung oleh General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar. Penandatanganan dari manajemen IPC TPK Teluk Bayur diwakili oleh Andreas Kusumah Wardhana Tuelah selaku Manager Pendukung Operasi IPC TPK Teluk Bayur. Kerja sama ini diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas bongkar muat dan memberikan kepastian operasional yang lebih terukur bagi kapal-kapal kontainer yang bersandar di Sumatera Barat.
Sebagai salah satu pelabuhan gerbang utama di pantai barat Sumatera, Terminal Petikemas Teluk Bayur memegang peranan vital dalam mendukung arus perdagangan daerah maupun nasional melalui peningkatan kinerja operasional. Dengan adanya komitmen SLA dan SLG yang baru ini, IPC TPK berupaya memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel. Keempat pelayaran besar yang terlibat akan mendapatkan efisiensi waktu operasional yang lebih baik, didukung oleh kesiapan infrastruktur dan suprastruktur terminal.
"Kami harap penandatanganan hari ini dapat membawa kelancaran serta peningkatan produktivitas terminal agar efisien dan optimal," pungkas Ahmad.
Sambut Hari Jadi Ke-13, IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Pengguna Jasa
Jakarta, 22 Juli 2026 – Guna memperkuat sinergi dan kolaborasi yang solid dengan para pengguna jasa, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) sukses menyelenggarakan ajang olahraga "IPC TPK Badminton Competition 2026" pada Senin (20/07) lalu. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian dari Hari Ulang Tahun IPC TPK ke-13. Bertempat di Bestindo Sports Center, Jakarta, kompetisi bulu tangkis yang berlangsung seru dan penuh sportivitas ini menghadirkan para pengguna jasa perusahaan, mulai dari pengguna jasa domestik hingga internasional.
"Kehadiran para pengguna jasa domestik maupun internasional hari ini membuktikan bahwa hubungan yang terjalin selama ini bukan sekadar profesionalitas kerja, melainkan kemitraan kuat yang didasari rasa percaya dan semangat bertumbuh bersama,” ujar Yanuar Evyanto, Plt. Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis IPC TPK.
Turnamen ini menyajikan persaingan yang kompetitif sekaligus menghibur dengan mempertandingkan dua kategori utama, yaitu Ganda Putra dan Ganda Campuran. Segenap manajemen dan pekerja IPC TPK bersama para perwakilan customer saling berhadapan di lapangan dalam atmosfer pertandingan yang hangat, namun penuh semangat. Sorak-sorai penonton yang memenuhi Bestindo Sports Center semakin menghidupkan suasana, mencerminkan nilai-nilai sportivitas yang dijunjung tinggi oleh seluruh peserta selama kompetisi berlangsung.
Selain sebagai sarana penyaluran bakat dan rekreasi olahraga, ajang ini juga menjadi momentum penting bagi IPC TPK untuk mendengarkan masukan serta aspirasi pengguna jasa secara langsung dalam suasana santai. Pendekatan persuasif melalui kegiatan olahraga di dua kategori tersebut dinilai efektif dalam mencairkan sekat-sekat komunikasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan terminal peti kemas di masa mendatang.
"IPC TPK akan terus berkomitmen untuk tidak hanya unggul dalam operasional di pelabuhan, tetapi juga proaktif dalam merawat hubungan baik ini demi terciptanya ekosistem logistik yang kian solid dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa kami,” pungkas Yanuar.
Dari Hari Jadi untuk Sesama, IPC TPK Himpun 128 Kantong Darah
Jakarta, 15 Juli 2026 – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) tak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia perusahaan, tetapi juga diwarnai semangat berbagi kepada sesama. Melalui aksi donor darah bertajuk “Setetes Harapan di Hari Jadi”, IPC TPK berhasil menghimpun 128 kantong darah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial perusahaan.
Digelar di Pelindo Tower, Jakarta Utara, kegiatan donor darah terbuka bagi seluruh pekerja Pelindo Group. Antusiasme peserta menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memperingati perjalanan 13 tahun IPC TPK sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat.
Plt. Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa peringatan hari jadi perusahaan menjadi momentum untuk memperluas manfaat sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian terhadap sesama.
“Perjalanan 13 tahun IPC TPK tidak hanya kami maknai sebagai pencapaian perusahaan, tetapi juga sebagai momentum untuk terus berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui semangat ‘Setetes Harapan di Hari Jadi’, setiap kantong darah yang terkumpul membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan. Capaian 128 kantong darah ini menjadi wujud kepedulian dan semangat berbagi dari seluruh peserta yang telah berpartisipasi,” ujar Daniel.
Kegiatan donor darah menjadi salah satu rangkaian sosial dalam peringatan HUT ke-13 IPC TPK. Melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), aksi ini berkontribusi terhadap ketersediaan darah sekaligus menjadi wadah bagi insan Pelindo Group untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.
“Kami mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini. Semangat kebersamaan dan kepedulian inilah yang ingin terus kami tumbuhkan seiring perjalanan IPC TPK dalam memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tutup Daniel.
Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004
Jakarta, 14 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang resmi mengoperasikan QCC 004 yang baru. Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, QCC 004 tersebut dinyatakan layak dioperasikan sesuai dengan kapasitasnya. Seremoni pengoperasian perdana telah dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2026 di Pelabuhan Panjang.
"Peningkatan fasilitas ini adalah respons proaktif kami terhadap dinamika pertumbuhan arus barang yang terus meningkat di wilayah Lampung dan sekitarnya," ujar Yanuar Evyanto, selaku Plt Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK.
Kehadiran QCC 004 ini menjadi salah satu pendukung dalam peningkatan kapasitas layanan di pintu gerbang logistik Sumatera Bagian Selatan. QCC 004 tersebut memiliki tipe Post-Panamax yang memiliki outreach sepanjang 45 meter dengan jangkauan 16 hingga 17 baris petikemas. Spesifikasi ini memungkinkan pelabuhan untuk melayani kapal-kapal dengan kapasitas yang lebih besar secara lebih efisien.
Peresmian QCC 004 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kantor KSOP Kelas I Panjang, KPP Bea dan Cukai TMP B Bandar Lampung, Balai Karantina Pertanian, asosiasi kepelabuhanan dan logistik, pengguna jasa, serta mitra kerja Pelindo.
"Harapannya, modernisasi alat ini tidak hanya mendongkrak kapasitas terminal (throughput) kami, melainkan juga memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang andal dan berdaya saing global." tutup Yanuar.
Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan
Jakarta, 11 Juli 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani arus logistik dan kepelabuhanan di Indonesia. Mengusung tema "13 Years of Excellence: Elevating Operational Standards & Service Quality", momentum hari ulang tahun ini menjadi pembuktian konsistensi perusahaan dalam melakukan continuous improvement. Sepanjang lebih dari satu dekade, IPC TPK tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, melainkan juga secara proaktif mendorong standardisasi operasional guna memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pengguna jasa di seluruh terminal yang dikelola.
"Perjalanan 13 tahun bukan sekadar angka, namun merupakan bukti perjalanan dan komitmen untuk membangun IPC TPK sebagai Perusahaan terminal petikemas yang terus tumbuh, beradaptasi dan memberikan kontribusi bagi ekonomi nasional. Dinamika lingkungan, perkembangan teknologi, perkembangan perdagangan global serta meningkatnya ekspektasi pelanggan menutut kita untuk terus bertransformasi dan IPC TPK melihat ini sebagai suatu kesempatan untuk menjadi lebih baik. Setiap insan yang ada di IPC TPK harus terus belajar, dan terus berinovasi untuk menciptakan layanan yang efisien dan berkelanjutan," ujar Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana.
Dalam mewujudkan semangat Elevating Operational Standards, IPC TPK ingin memastikan bahwa setiap proses operasional dijalankan dengan standar terbaik, mendorong dengan mengutamakan efisiensi, keandalan yang didukung inovasi dan digitalisasi
Selain keunggulan operasional, peningkatan kualitas pelayanan (Service Quality) juga menjadi pilar utama yang ingin terus dihadirkan oleh IPC TPK melalui pelayanan yang semakin cepat, responsif, konsisten yang selalu berorientasi kebutuhan pelanggan. 13 tahun kehadiran IPC TPK tidak hanya fokus kepada pertumbuhan usaha namun juga menjaga komitmen kepada lingkungan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang diraih tetap membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar dan keberlanjutan industri logistik.
Keberhasilan mempertahankan kinerja yang solid dan reputasi yang kokoh hingga tahun ke-13 ini sebagai buah dari sinergi yang kuat di seluruh lini. Kedepan memperkuat daya saing Perusahaan melalui transformasi yang berkelanjutan, peningkatan produktifitas, mengoptimalkan sumber daya serta pemanfaatan kemajuan teknologi. Menutup momentum perayaan ini, Direktur Utama IPC TPK menyampaikan apresiasi setinggi tinggi kepada seluruh pihak yang telah mengawal perjalanan panjang perusahaan, "Terima kasih kami ucapkan atas kontribusi dan kolaborasi seluruh insan IPC TPK, pelanggan, para stakeholder, serta mitra atas apa yang kita capai sampai hari ini." tutup Guna.
Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis
Jakarta, 9 Juli 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Uji Emisi Kendaraan Gratis di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Juli 2026 ini menyasar truk peti kemas eksternal yang mobilitasnya sangat tinggi di area pelabuhan. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) IPC TPK yang ke-13, sekaligus komitmen korporasi dalam mendukung penuh target Sustainable Development Goals (SDGs) No. 13 mengenai penanganan perubahan iklim.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menekan polusi udara di lingkungan kerja kepelabuhanan. "Melalui uji emisi ini, kami ingin memastikan truk peti kemas yang beroperasi di wilayah IPC TPK memenuhi standar ambang batas aman gas buang yang ditetapkan pemerintah. Di momentum menyambut usia yang ke-13 ini, IPC TPK berkomitmen tidak hanya berfokus pada kelancaran arus logistik nasional, tetapi juga aktif mengambil peran dalam menjaga kualitas udara demi keberlanjutan lingkungan hidup," ujar Daniel.
Guna memastikan efektivitas penyerapan kuota dan kemudahan akses bagi para pengguna jasa maupun ekosistem pelabuhan, IPC TPK membagi pelaksanaan pengujian ke dalam 3 titik lokasi strategis di Pelabuhan Tanjung Priok. Lokasi pengujian tersebut tersebar di Area Tanjung Priok 1 Zona 1, Area Tanjung Priok 1 Zona 3, serta Area Tanjung Priok 2 Internasional. Pemilihan ketiga titik ini didasarkan pada tingginya volume truk peti kemas yang berlalu-lalang setiap harinya di area terminal tersebut.
Dalam dua hari, IPC TPK berhasil melakukan uji emisi kendaraan sebanyak 216 unit truk peti kemas. Tingkat kelulusan uji emisi kendaraan sebesar 93% atau 201 unit truk peti kemas lulus uji emisi.
"Ke depan, IPC TPK akan terus menghadirkan program-program TJSL inovatif yang berdampak langsung pada kelestarian bumi demi generasi masa depan," tutup Daniel.
Momentum HUT Ke-13,
IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat
IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat
Jakarta, 8 Juli 2026 – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengawali rangkaian perayaannya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa khitanan massal bagi 20 anak dari Rumah Qur'an Safaraz Insani dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Cilincing, Jakarta Utara. Sebagai agenda pembuka rangkaian HUT ke-13, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian IPC TPK dalam mendukung akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.
Program khitanan massal diselenggarakan bekerja sama dengan Rumah Qur'an Safaraz Insani Yayasan Sahabat Islami, DPC SPPI Bersatu PT IPC Terminal Petikemas. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan khitan yang gratis aman, nyaman, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa momentum HUT ke-13 menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat "Hari jadi perusahaan bukan hanya menjadi momen untuk mengenang perjalanan IPC TPK selama 13 tahun, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dengan masyarakat yang telah tumbuh bersama kami," ujar Daniel.
Khitanan massal merupakan salah satu program TJSL IPC TPK yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses terhadap layanan kesehatan. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3: Good Health and Well-being, yang berfokus pada kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua.
Melalui semangat HUT ke-13, IPC TPK terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Perusahaan meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan perlu berjalan seiring dengan kontribusi sosial yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
"Kami berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan ini dapat terus terjaga. Ke depan, IPC TPK akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," tutup Daniel.

