Kamis, 26 Februari 2026

Press Release No. 8 IPC TPK edisi 25 Februari 2026 (Kerjasama)




 IPC TPK Tambah Reach Stacker, Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur

 
Padang, 25 Februari 2026 - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus melakukan penguatan fasilitas dan evaluasi operasional di Area Pelabuhan Teluk Bayur guna memastikan kelancaran layanan bongkar muat petikemas. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menindaklanjuti masukan pengguna jasa serta menjaga keandalan terminal sebagai simpul logistik Sumatera Barat.
 
Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan, IPC TPK telah menyediakan tambahan 1 (satu) unit Reach Stacker untuk mendukung kegiatan lifting dan shifting kontainer di lapangan. Penambahan unit ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas operasional serta menjaga produktivitas pelayanan kepada pengguna jasa.
 
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa perusahaan secara berkala melakukan evaluasi terhadap kesiapan peralatan dan kebutuhan operasional terminal.
 
“Kami terus melakukan penyesuaian dan penguatan fasilitas sesuai kebutuhan operasional di lapangan. Penambahan Reach Stacker ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan layanan bongkar muat di Teluk Bayur tetap berjalan optimal dan memberikan kepastian waktu bagi pengguna jasa,” ujar Pramestie.
 
Saat ini IPC TPK Area Teluk Bayur mengoperasikan 3 unit Gantry Luffing Crane (GLC), 3 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), dan 1 unit Reach Stacker guna menunjang aktivitas terminal. Pada Januari 2026, kinerja bongkar muat petikemas tercatat mencapai 8.877 TEUs.
 
Selain penambahan peralatan, IPC TPK juga memperkuat program perawatan preventif (preventive maintenance) serta optimalisasi pola operasional alat untuk menjaga keandalan dan meminimalkan potensi gangguan layanan. Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan standar pelayanan terminal.
 
Sebagai bagian dari ekosistem kepelabuhanan nasional di bawah koordinasi Pelindo, IPC TPK terus menjalin komunikasi dengan asosiasi, pelaku usaha logistik, dan perusahaan pelayaran guna memastikan kebutuhan layanan dapat direspons secara kolaboratif.
 
“Kami berkomitmen menjaga kepercayaan pengguna jasa melalui peningkatan kualitas layanan yang berkesinambungan. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Teluk Bayur tetap andal dan kompetitif dalam mendukung distribusi barang di Sumatera Barat,” tutupnya.
 

Senin, 23 Februari 2026

Press Release No. 7 IPC TPK edisi 20 Februari 2026 (Kerjasama)

                                               



                                                  Antisipasi Lonjakan Arus Barang Ramadan,

IPC Terminal Petikemas Optimalkan Fasilitas dan Layanan Terminal
 
Jakarta, 20 Februari 2026 - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) meningkatkan kesiapan operasional melalui penguatan layanan dan optimalisasi fasilitas terminal untuk mengantisipasi potensi peningkatan volume barang, khususnya kebutuhan pokok dan komoditas konsumsi masyarakat. Langkah strategis dilakukan untuk menjaga produktivitas terminal, keandalan pelayanan bongkar muat petikemas di seluruh area operasional guna memastikan distribusi logistik nasional tetap lancar, aman dan tepat waktu.
 
Sebagai bagian dari penguatan layanan tersebut, IPC TPK berkolaborasi dengan mitra kerja melakukan penguatan kapasitas produksi melalui penambahan 2 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) di Area Terminal Support Tanjung Priok. Penambahan alat ini untuk meningkatkan fleksibilitas penanganan petikemas dan kapasitas produksi di lapangan penumpukan lini 2, sehingga proses receiving/delivery dan pengaturan petikemas dapat berlangsung lebih cepat serta meminimalkan potensi kepadatan saat peningkatan arus barang.
 
“Periode Ramadan selalu menghadirkan dinamika tersendiri dalam pola distribusi barang, khususnya terkait distribusi kebutuhan pokok dan barang konsumsi masyarakat. Kami memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal sepanjang bulan suci Ramadan,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.
 
Tak hanya dari sisi fasilitas, IPC TPK juga mengoptimalkan pola kerja operasional dengan pengaturan jadwal yang adaptif, memperkuat koordinasi dengan stakeholder pelabuhan dan pemangku kepentingan kepelabuhanan, serta memanfaatkan golden time, waktu tanpa aktivitas kapal, untuk melakukan perawatan preventif peralatan. Ketersediaan spare part turut dipastikan guna menjaga keandalan alat dan menghindari gangguan operasional.
 
Pengawasan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga diperketat, seiring komitmen perusahaan untuk menjaga produktivitas tanpa mengabaikan keselamatan petugas di lapangan selama bulan suci.
 
“Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadan tidak terkendala di sisi terminal. Seluruh kesiapan operasional telah kami perkuat agar arus logistik nasional tetap terjaga,” tutup Pramestie.
 
Dengan kombinasi penguatan fasilitas, optimalisasi operasional, dan koordinasi intensif, IPC TPK menegaskan komitmennya dalam menjaga rantai pasok nasional tetap andal sepanjang Ramadan 1447 H.
 

Press Release No. 6 IPC TPK edisi 18 Februari 2026 (Kerjasama)




 Peringati Bulan K3 Nasional, IPC TPK Dorong Penerapan Defensive Driving di Lingkungan Pelabuhan

 
Jakarta, 18 Februari 2026 - Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menggelar QHSSE Forum bertema “Defensive Driving” di Museum Maritim Indonesia, Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan yang dinamis dan berisiko tinggi.
 
Forum dihadiri Direktur Utama IPC TPK Guna Mulyana, Direktur Operasi dan Teknik IPC TPK Ahmad Mimbar, perwakilan entitas di lingkungan Pelindo Group, mitra kerja, serta para pemangku kepentingan yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek kesehatan pekerja.
 
Acara dibuka oleh Yandri Trisaputra, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keselamatan operasional harus dimulai dari kedisiplinan individu. “Keselamatan di lingkungan pelabuhan dimulai dari kedisiplinan diri. Defensive driving bukan hanya soal teknik berkendara, tetapi juga tentang sikap, mental, dan kemampuan mengendalikan emosi di tengah tekanan operasional,” ujar Yandri.
 
Mengangkat tema Defensive Driving, forum ini membahas pentingnya kesadaran situasional, kewaspadaan terhadap blind spot alat berat, kepatuhan terhadap jalur operasional, serta pengendalian emosi saat berinteraksi dengan lalu lintas logistik di area pelabuhan.
 
Sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi mulai dari truk kontainer, reach stacker, RTGC, hingga kendaraan operasional lainnya, pelabuhan memiliki tingkat potensi risiko kecelakaan yang signifikan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, secara nasional kasus kecelakaan kerja masih berada di angka ratusan ribu per tahun, dengan sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu kontributor utama. Di lingkungan pelabuhan sendiri, penerapan defensive driving dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan potensi insiden yang dapat berdampak pada keselamatan pekerja sekaligus kelancaran arus logistik.
 
QHSSE Forum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional melengkapi upaya penguatan budaya K3 IPC TPK yang berkelanjutan seperti safety inductionrefreshment K3 bagi operator alat dan pengemudi truk, inspeksi keselamatan (safety patrol) dan audit kepatuhan penggunaan APD, simulasi tanggap darurat dan penanganan kecelakaan kerja, kampanye internal “Safety Starts With Me”, pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja operasional serta pengelolaan Dangerous Goods dengan SOP penanganan Barang Berbahaya dan Beracun (B3) guna memastikan proses bongkar muat tetap aman tanpa mengganggu kelancaran operasional terminal.
 
Manajemen IPC TPK menegaskan bahwa keselamatan kerja memiliki korelasi langsung dengan produktivitas dan kelancaran kegiatan bongkar muat. Setiap insiden, sekecil apa pun, berpotensi mengganggu operasional terminal, memperlambat pergerakan kontainer, dan berdampak pada rantai pasok nasional.
 
Melalui penguatan budaya keselamatan dan penerapan defensive driving secara kolaboratif bersama mitra kerja, dan pengguna jasa, IPC TPK menargetkan terciptanya zero accident environment sekaligus memastikan kegiatan bongkar muat berjalan aman, tertib, dan efisien.
 
Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama kinerja operasional perusahaan. “Sebagian besar aktivitas di terminal petikemas melibatkan pergerakan alat dan kendaraan berat. Karena itu, defensive driving menjadi kompetensi wajib bagi seluruh personel dan mitra kerja. Kami ingin memastikan setiap individu memahami bahwa satu kelalaian kecil dapat berdampak besar terhadap keselamatan dan kelancaran operasional,” ujarnya.
 
Sebagai bagian dari Pelindo Group, IPC TPK berkomitmen untuk terus mendorong implementasi budaya K3 secara konsisten dan terintegrasi, guna mendukung terciptanya pelabuhan yang selamat, andal, dan berdaya saing.

Press Release No. 5 IPC TPK edisi 13 Februari 2026 (Kerjasama)



                           IPC TPK Catat Kinerja Positif Bongkar Muat di Awal Tahun 2026

 
Jakarta, 13 Februari 2026 - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengawali tahun 2026 dengan mencatatkan kinerja operasional yang positif. Hingga akhir Januari 2026, tercatat realisasi arus petikemas IPC TPK mencapai 299.891 TEUs, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 280.743 TEUs atau tumbuh sekitar 6,82% (year-on-year). Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi aktivitas logistik dan perdagangan nasional di awal tahun, dengan peningkatan arus barang yang terjadi baik pada segmen internasional maupun domestik.
 
Selaras dengan fokus strategis Pelindo tahun 2026 dalam memperkuat integrasi ekosistem kepelabuhanan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan efisiensi rantai pasok nasional, IPC TPK terus mendorong optimalisasi operasional terminal petikemas melalui peningkatan produktivitas, keandalan layanan, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia.
 
"Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme pelaku usaha dan efektivitas strategi operasional kami dalam merespons dinamika perdagangan global maupun domestik yang terus menguat. Capaian ini juga selaras dengan arah transformasi Pelindo dalam menciptakan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi, andal, dan berdaya saing global," ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.
 
Peningkatan kinerja IPC TPK dipengaruhi oleh pertumbuhan yang signifikan di beberapa area operasi. Area Panjang meraih peningkatan kinerja tertinggi yakni 16% dibanding tahun sebelumnya. Disusul oleh Area Tanjung Priok 1 meningkat 10,2% dan Area Tanjung Priok 2 meningkat 8%. Capaian ini menunjukkan konsistensi IPC TPK dalam memperkuat kapasitas layanan terminal sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di wilayah operasional utama.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia mencapai US$282,91 miliar selama tahun 2025. Bila dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya, ekspor tumbuh 6,15%. Ekspor nonmigas yang menyokong pertumbuhan ekspor-impor Indonesia di tahun 2025 terbagi dalam tiga kelompok. Pertama yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi senilai US$6,88 miliar selama Januari–Desember 2025 atau tumbuh 21,01% dari posisi yang sama pada 2024. Kedua, sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$35,86 miliar selama tahun 2025 yang mengalami kontraksi sebesar 23%. Ketiga, industri pengolahan sebesar US$227,1 miliar selama tahun 2025 atau tumbuh sebesar 14,47%.
 
Sejalan dengan fokus IPC TPK di tahun 2026 dalam memperkuat operational excellence, digitalisasi layanan, serta peningkatan customer experience, perusahaan terus melakukan berbagai upaya peningkatan produktivitas dan optimalisasi fasilitas terminal guna memastikan kesiapan menghadapi potensi peningkatan arus perdagangan.
 
"IPC TPK terus berupaya menjaga momentum tersebut di awal 2026. Kami fokus memastikan layanan terminal siap memfasilitasi kenaikan volume perdagangan, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder, serta mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional demi menjaga efisiensi rantai pasok," tutup Pramestie.

Press Release No. 4 IPC TPK edisi 12 Februari 2026 (Kerjasama)

                      


                          Lewat Program TJSL, IPC TPK Dorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh

Jadi Destinasi Kopi Unggulan Sumatera Selatan
 
Pagar Alam, 12 Februari 2026 - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pembangunan gapura Kampung Kopi Salipayak Jokoh, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sekaligus dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam peningkatan ekspor kopi daerah.
 
“IPC Terminal Petikemas tidak hanya berfokus pada konektivitas logistik nasional, tetapi juga berkomitmen menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan. Melalui pembangunan gapura Kampung Kawe Salipayak Jokoh, kami berharap dapat memperkuat identitas Kopi Pagar Alam sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sejalan dengan upaya peningkatan ekspor kopi Sumatera Selatan,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas.
 
Kota Pagar Alam dikenal sebagai salah satu sentra Kopi Robusta unggulan Sumatera Selatan yang tumbuh di ketinggian 1.000–1.600 mdpl di kaki Gunung Dempo. Selain menjadi mata pencaharian utama masyarakat, kopi Pagar Alam juga berkembang sebagai daya tarik wisata edukasi dan kuliner, seiring tumbuhnya desa wisata kopi dan kedai kopi lokal. Dengan demikian, kopi Pagar Alam memiliki potensi daya saing untuk dipasarkan ke mancanegara.
 
Jangsah, Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya di Kampung Kawe Salipayak Jokoh, Kota Pagar Alam menyambut baik inisiatif IPC TPK pada peresmian Gapura “Terima kasih kepada IPC TPK yang telah memberikan bantuan dengan pembangunan gapura di desa kami. Kami harap ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan Kampung Kawe sebagai sentra wisata dan edukasi kopi di Sumatera Selatan”
 
Pembangunan gapura Kampung Kopi Salipayak Jokoh dirancang sebagai simbol branding kawasan sekaligus pintu masuk desa penghasil kopi. Kehadiran gapura ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas wilayah, mendorong kunjungan wisata, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan pariwisata berbasis kopi. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal menjadikan Desa Salipayak Jokoh sebagai kebun percontohan sekaligus kampung pariwisata kopi di Kota Pagar Alam, serta memperkuat posisi Kopi Pagar Alam sebagai komoditas ekspor asli Sumatera Selatan.
 
“Ke depan, IPC TPK optimis atas sinergi antara perusahaan dengan kelompok tani, pemerintah daerah, dan masyarakat akan mendorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh berkembang menjadi destinasi kopi unggulan yang berdaya saing tinggi, menghadirkan nilai tambah ekonomi lokal, sekaligus memperluas promosi kopi Sumatera Selatan hingga ke tingkat nasional dan internasional” tutup Pramestie.
 
Dalam peresmian gapura tersebut, turut dihadiri oleh sejumlah pemerintah daerah dan instansi terkait di antaranya Wakil Walikota Pagar Alam Hj Bertha, Anggota DPRD Komisi III Kota Pagar Alam Dedi Stanza, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Pagar Alam Fherla Yudhi Aguslan, Camat Dempo Tengah Buraqqo Bangun, Lurah Jokoh Suidi, Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pagar Alam, Perwakilan Dinas Pertanian Kota Pagar Alam serta PT Agri Ekspor Indonesia.

Press Release No. 3 IPC TPK edisi 09 Februari 2026 (Kerjasama)


                             

                                    Pacu Kinerja 2026: IPC TPK Optimalisasi Layanan Terminal dan

Perkuat Sinergi melalui Berthing Window 2026
 
Singkawang, 9 Februari 2026 - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Pontianak menyelenggarakan agenda strategis Evaluasi Kontrak Berthing Window Tahun 2025 sekaligus Penetapan Kontrak Berthing Window Tahun 2026 sebagai langkah nyata dalam memperkuat sinergi layanan antara operator terminal dengan seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Pontianak.
 
Kegiatan ini menjadi forum kolaboratif untuk memastikan keselarasan perencanaan operasional, peningkatan kualitas layanan, serta kepastian jadwal sandar kapal bagi para pengguna jasa. Agenda ini dihadiri oleh jajaran otoritas dan stakeholder utama, termasuk KSOP Pontianak, Manajemen Regional 2 Pontianak, serta perwakilan perusahaan pelayaran yang beroperasi di wilayah Pontianak.
 
Evaluasi kontrak Berthing Window tahun 2025 dilakukan sebagai bentuk komitmen IPC TPK dalam menghadirkan layanan terminal yang semakin terukur, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Melalui evaluasi tersebut, seluruh pihak bersama-sama mengidentifikasi ruang perbaikan, menyelaraskan ekspektasi layanan, serta merumuskan langkah penguatan koordinasi untuk tahun berikutnya.
 
Penetapan Kontrak Berthing Window tahun 2026 menjadi bagian penting dalam menciptakan kepastian layanan sandar kapal, optimalisasi alokasi waktu operasional, serta mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Pontianak. Skema ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keandalan layanan terminal serta memperkuat kerja sama jangka panjang antara IPC TPK dengan mitra pelayaran.
 
“Melalui evaluasi dan penetapan Berthing Window ini, kami ingin memastikan seluruh proses layanan sandar kapal di Pelabuhan Pontianak berjalan lebih terencana, efisien, dan selaras dengan kebutuhan pengguna jasa. Sinergi yang kuat dengan seluruh stakeholder menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan terminal secara berkelanjutan,” ujar Loutfie Hidayat, Manager Area IPC TPK Pontianak.
 
Mengusung semangat “Advancing Port Excellence”, IPC TPK Area Pontianak menegaskan bahwa keberhasilan layanan terminal tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi dan komitmen bersama seluruh stakeholder dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
 
Melalui evaluasi kontrak Berthing Window tahun 2025 dan penetapan kontrak tahun 2026 ini, IPC TPK Area Pontianak optimistis dapat menjaga kelancaran layanan serta memperkuat koordinasi operasional bersama seluruh mitra pelayaran. Sinergi yang semakin solid ini menjadi salah satu fondasi penting bagi perusahaan untuk mendukung pencapaian target throughput tahun 2026 sebesar 283.045 TEUs, sejalan dengan komitmen IPC TPK dalam menghadirkan layanan terminal yang semakin andal dan terstandar.
 
Sebagai bentuk komitmen terhadap aspek operasional yang berkelanjutan, agenda ini turut dirangkaikan dengan Safety Forum serta Penandatanganan Komitmen Bersama Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Langkah ini menjadi wujud kolaborasi Regional 2 Pontianak bersama seluruh mitra dalam memperkuat implementasi budaya Zero Accident di lingkungan Pelabuhan Pontianak.
 
Melalui kegiatan ini, IPC TPK Area Pontianak optimistis dapat terus menghadirkan layanan terminal yang semakin profesional, terukur, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan, sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Pontianak sebagai simpul logistik strategis di wilayah Kalimantan Barat.
 

Press Release No. 2 IPC TPK edisi 04 Februari 2026 (Kerjasama)

  


BULAN K3 NASIONAL 2026: IPC TPK DORONG BUDAYA
SADAR KESELAMATAN DI WARAKAS
 
 
Jakarta, 4 Februari 2026 – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pelabuhan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Upaya membangun kawasan pelabuhan yang aman tidak hanya dilakukan dari dalam area operasional, tetapi juga dengan melibatkan masyarakat sekitar.
 
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), IPC TPK menyelenggarakan Pelatihan Tanggap Darurat Kebakaran bagi warga Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang digelar dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.
 
Kelurahan Warakas merupakan kawasan padat penduduk yang berbatasan langsung dengan area Pelabuhan Tanjung Priok dan memiliki potensi risiko kebakaran cukup tinggi. Menyadari kondisi tersebut, IPC TPK mengambil langkah preventif dengan membekali warga keterampilan dasar penanganan keadaan darurat, sehingga respons awal dapat dilakukan secara cepat sebelum risiko meluas.
 
Sebanyak 50 peserta perwakilan dari 14 Rukun Warga (RW), Karang Taruna, PPSU, Babinsa, PKK serta perangkat kelurahan lainnya mengikuti pelatihan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sektor Kecamatan Tanjung Priok. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teori pencegahan kebakaran, pengenalan jenis sumber api, praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga simulasi pemadaman kebakaran skala kecil.
 
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesiapsiagaan lingkungan, IPC TPK menyampaikan bantuan berupa 5 unit APAR baru serta melakukan pengisian ulang 33 unit APAR milik warga, sehingga warga sarana memiliki sarana penanganan kebakaran mandiri yang dapat digunakan saat kondisi darurat.
 
“Masyarakat sekitar merupakan bagian penting dari ekosistem pelabuhan. Ketika warga memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menangani kebakaran, risiko dapat diminimalkan dan lingkungan menjadi lebih aman bagi semua pihak. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, serta warga menjadi kunci terciptanya kawasan yang tangguh,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary  IPC TPK.
 
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Sumarno, PLT Kepala Sektor Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Tanjung Priok.
“Harapannya dengan pelatihan dan pemahaman yang diberikan hari ini, angka kejadian kebakaran di Warakas dapat turun, sehingga masyarakat semakin siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
 
Kegiatan ini dihadiri oleh Sri Diana Tungga Dewi, Lurah Warakas, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah kelurahan dan perusahaan dalam memperkuat keselamatan lingkungan masyarakat.
 
Melalui pelatihan ini, IPC TPK mendorong lahirnya penggerak keselamatan (safety champion) di tingkat komunitas yang mampu menularkan pengetahuan dan membangun budaya sadar keselamatan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
 
Program TJSL ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, dengan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran dan bencana di sekitar kawasan pelabuhan.
 
Ke depan, IPC TPK akan terus menghadirkan program TJSL yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal, sebagai bagian dari komitmen membangun kawasan pelabuhan yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

Press Release No. 1 IPC TPK edisi 3 Februari 2026 (Kerjasama)



IPC Terminal Petikemas Dukung TNI AL Gagalkan Pengiriman Arang Bakau Ilegal
di Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta, 3 Februari 2026 - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penegakan hukum dan perlindungan lingkungan hidup melalui sinergi dengan Komando Armada Republik Indonesia Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Koarmada RI Kodaeral III) dalam pengungkapan kasus pengiriman arang bakau tanpa dokumen resmi di Pelabuhan Tanjung Priok.
 
Pengawasan dilakukan terhadap dua boks petikemas berukuran 40 feet yang tiba di Dermaga 210 Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan MV ICON JAMES II 13. Petikemas tersebut diketahui memuat arang bakau yang berasal dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dan tidak dilengkapi dengan dokumen sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan bersama unsur gabungan, ditemukan muatan arang bakau dengan total berat kurang lebih 74 ton. Seluruh rangkaian kegiatan pengawasan dan pembukaan kontainer dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku serta mengedepankan prinsip kehati-hatian.
 
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa IPC TPK mendukung penuh langkah tegas aparat dalam menjaga keamanan pelabuhan dan kelestarian lingkungan. “IPC TPK berkomitmen mendukung penuh TNI Angkatan Laut dan seluruh aparat penegak hukum dalam upaya mencegah dan menindak aktivitas ilegal di kawasan pelabuhan. Terminal petikemas bukan hanya simpul logistik, tetapi juga garda depan dalam menjaga kepatuhan hukum dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Pramestie.
 
Ia menambahkan bahwa arang bakau merupakan hasil hutan mangrove yang memiliki fungsi ekologis penting dan pemanfaatannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku. “Kami memastikan seluruh kegiatan bongkar muat di lingkungan IPC TPK dilakukan sesuai regulasi. Sinergi lintas instansi menjadi kunci untuk menciptakan pelabuhan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” tambahnya.
 
Sebagai operator terminal petikemas, IPC TPK terus memperkuat koordinasi dengan TNI AL, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya dalam rangka menjaga integritas rantai logistik nasional dan mencegah penyalahgunaan fasilitas pelabuhan.
 
Ke depan, IPC TPK akan terus mendukung upaya pengawasan dan penegakan hukum sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam melindungi sumber daya alam serta mendukung tata kelola kepelabuhanan yang bertanggung jawab.

Senin, 16 Februari 2026

PT EPI Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional Kepada FORWAMI


TANJUNG PRIOK
- Pada Selasa 10 Februari 2026, PT Energi Pelabuhan Indonesia atau PT EPI  berkirim Ucapan Selamat HPN  2026, beserta Kue ala-kadarnya.


(* Tim Komunikasi Forwami). 

Pelindo Grup berkunjung ke Press Room Forwami, mulai dari IPC TPK, PT JAI Tbk., PT ILCS



TANJUNG PRIOK - Pada Jumat kemarin, 13 Februari 2026,  sekitar jam 10 pagi hingga Jam 12.00 Wib,  Pelindo Grup berkunjug ke Press  Room Forwami, yakni PT IPC TPK (Pak Budi dan Mbak Puti), PT Jasa Armada Indonesia Tbk (Pak Iwan), PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) Pak Dimas Giri Prabowo  (Serkper) dan Mbak Nadine (Staf Corcom). 


Kunjungan Pelindo Grup tersebut dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional atau HPN pada 9 Februari 2026, sekaligus sambung silaturrohmi kemitraan antara Pelindo Grup dengan Insan PERS yang tergabung dalam wadah FORWAMI.


(*Tim Komunikasi Forwami).       

Sekper IKT Tbk. Berkunjung Ke Press Room Forwami, pada Peringatan HPN 2026



TANJUNG PRIOK - Pada peringatan Hari Pers Nasional atau HPN 2026, FORWAMI mendapat kunjungan dari Sekper PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IKT Tbk. atau dikenal dengan sebutan IPCC (Rabu 11 Februari 2026).


Kunjungan Ibu Endah (Sekper IKT) didampingi Pak Stefan, staf Corcom IKT Tbk. 


(*Tim Komunikasi Forwami).     

HPN 2026 Manajemen Pelindo Regional 2 dan Pelindo Regioal 2 Tamjung Priok Kunjungi Press Room FORWAMI



TANJUNG PRIOK - Pada Senin 9 Februari 2026 kemarin, manajemen Pelindo Regional 2 yag diwakili Pak Wahyu dan Pak Bakhtiar  dan Manajemen Pelindo Tanjung Priok yang diwakili Pak Chandra Irawan, Pak Gery, Pak M. Anwar dan Tiim berkunjung ke Press Room Forum Wartawan maritim Indonesia atau FORWAMI.


* Tim Komunikasi Forwami 




       

Jumat, 06 Februari 2026

Hasil Media Gathering & Lunch Talk dengan PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP, 16 Des 2025 di Sunter Jakarta Utara

 



1.Mimbar Maritim

 https://mimbarmaritim.id/2025/12/16/sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menjadi-langkah-konkret-efisiensi-logistik-nasional/

 

 

2. Fakta Pers

https://faktapers.id/2025/12/17/peran-sptp-dalam-ekosistim-logistik-nasional-makin-kinclong/

 

 

3. Media Trans

https://mediatrans.id/2025/12/17/sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menjadi-langkah-konkret-efisiensi-logistik-nasional/

 

4. Indonesia Maritime News

https://indonesiamaritimenews.com/transformasi-32-terminal-petikemas-sptp-langkah--efisiensi-logistik-nasional

 

 

5. Media Online Nasional ISL News

https://www.indonesiashippingline.com/2013-11-25-05-06-33/12270-pelindo-terminal-petikemas-atau-sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menjadi-langkah-konkret-efisiensi-logistik-nasional.html

 

https://www.islnewstv.com/2025/12/pt-pelindo-terminal-petikemas-atau-sptp.html

 

6.. Sudut Pandang

 

 

7.Maritime News

 https://maritimnews.com/2025/12/forwami-sptp-gelar-media-gathering-lunch-talk-2025/

 

 

8. News Metropol

https://newsmetropol.id/sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menjadi-langkah-konkret-efisiensi-logistik-nasional/

 

 

9. Ratyat Merdeka News

https://rakyatmerdekanews.co.id/sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menuju-efisiensi-logistik-nasional/

 

 

10. Warning Time

https://warningtime.com/index.php/2025/12/17/sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menjadi-langkah-konkret-efisiensi-logistik-nasional/

 

 

11. Kantor Berita

https://kantorberita.co.id/sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menjadi-langkah-konkret-efisiensi-logistik-nasional/

 

 

12. Warta DKI

https://wartadki.com/sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menjadi-langkah-konkret-efisiensi-logistik-nasional/

 

 

13. Warta Nasional Raya

https://www.wartanasionalraya.com/2025/12/sptp-optimistis-transformasi-terminal.html

 

14. Cyber News Nasional

 

 

15. Harapan Rakyat

 

 

16. Media Buser

https://www.mediabuser.co.id/sptp-optimistis-transformasi-terminal-petikemas-menjadi-langkah-konkret-efisiensi-logistik-nasional/

 

 

17. Teropong  Rakyat

https://teropongrakyat.co/holisme-dalam-perbaikan-sptp-memperkuat-terminal-di-barat-dan-timur-dengan-standar-dunia/

 

 

 Tambahan :  

 

Media Kontan :

https://industri.kontan.co.id/news/antisipasi-lonjakan-arus-petikemas-sptp-susun-roadmap-infrastruktur-20262030?_ga=2.71000208.1443479791.1763894081-611717123.1736062057

Forwami Diundang Makan Siang Bersama Executive Director Pelindo Regional 2



JAKARTA - Pada Senin 3 Februari 2026, Pengurus Forum Wartawan Maritim Indonesia atau disingkat FORWAMI mendapat undangan Maka Siang Bersama Pak Budi Prasetio, Executive Director Pelindo Regional 2 


(Tim Komunikasi Forwami).

NPCT1 Catat Kinerja Gemilang, Tembus 10 Juta TEUs dan Perkuat Posisi sebagai Terminal Peti Kemas Unggulan Nasional



JAKARTA  — New Priok Container Terminal One (NPCT1) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan operasionalnya dengan menembus total penanganan 10 juta TEUs sejak mulai beroperasi pada 2016. 


Capaian tersebut diraih pada Agustus 2025 dan menjadi penanda konsistensi kinerja terminal peti kemas yang berada di bawah naungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui kerja sama dengan mitra global SEA Terminal Management & Service (STMS).


Sepanjang 2025 hingga November, NPCT1 berhasil menangani 1,39 juta TEUs, menempatkannya pada jalur yang solid untuk menutup tahun dengan performa positif. Direktur NPCT1, Kiki Mohammad Hikmat, menyebut pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna jasa serta kuatnya kolaborasi antara operator terminal, mitra pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya.


“Pencapaian lebih dari 10 juta TEUs sejak 2016 menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga kinerja operasional, keselamatan, dan kualitas layanan,” ujar Kiki di Jakarta, Selasa (30/12).


Mitra Pelayaran


NPCT1 saat ini melayani 16 layanan pelayaran mingguan dan bermitra dengan sejumlah perusahaan pelayaran global seperti Maersk, Evergreen, MSC, HMM, SITC, Hapag-Lloyd, TS Lines, Namsung, Wan Hai Lines, dan Yang Ming. Terminal ini menjadi simpul penting bagi arus logistik nasional, melayani berbagai sektor mulai dari manufaktur, otomotif, hingga barang konsumsi dan pertanian.


Sepanjang 2025, kinerja operasional NPCT1 diperkuat melalui sejumlah peningkatan strategis. Di antaranya pengadaan satu unit quay crane, lima rubber-tired gantry (RTG), serta tujuh prime mover baru yang mendukung kelancaran bongkar muat. 


Penerapan Terminal Booking System (TBS) sejak Agustus 2025 turut meningkatkan efisiensi arus truk, menekan kepadatan, dan memperlancar proses penerimaan serta pengiriman peti kemas. Optimalisasi yard melalui pengaturan klaster, prioritas bay day, dan pemantauan berkelanjutan juga menjaga tingkat yard occupancy tetap stabil di kisaran 60 persen, sekaligus mendorong pertumbuhan volume hingga 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


SDM dan Elektrifikasi


Di sisi lain, NPCT1 terus memperkuat fondasi keberlanjutan melalui pengembangan sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan tinggi, serta akselerasi transformasi digital. Sistem penagihan elektronik melalui platform ECON, pembaruan Global Terminal Operating System (GTOS), integrasi dengan platform trucking, hingga penguatan keamanan siber menjadi bagian dari strategi peningkatan efisiensi dan transparansi layanan.


Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus utama. NPCT1 menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50 persen pada 2030, antara lain melalui pemanfaatan energi surya yang saat ini mampu menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan listrik gedung utama. 


Seluruh armada RTG telah beralih ke sistem listrik dan hybrid, sementara prime mover menggunakan bahan bakar B40. Fasilitas cold ironing juga telah dioperasikan untuk memungkinkan kapal mematikan mesin saat sandar, sehingga menekan emisi gas buang.


“Elektrifikasi menjadi pilar penting dalam strategi keberlanjutan kami,” ujar Kiki. Ia menambahkan, seluruh upaya tersebut diperkuat dengan penerapan standar ISO 14001:2015 sebagai jaminan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dan berkelanjutan.


Dengan luas terminal mencapai 32 hektare, didukung sembilan quay crane, 29 RTG, 51 prime mover, tiga dermaga sepanjang total 850 meter, kapasitas harian hingga 6.000 TEUs, serta 990 reefer plug, NPCT1 menegaskan posisinya sebagai salah satu terminal peti kemas paling modern dan andal di Indonesia. Ke depan, NPCT1 berkomitmen terus memperkuat inovasi, efisiensi, dan kemitraan guna mendukung daya saing logistik nasional dan regional.


(Tim Komunikasi Forwami).


Forwami diundang Media Gathering Oleh PT New Priok Container Terminal atau NPCT 1


 

Minggu, 01 Februari 2026

SPTP Optimistis Transformasi Terminal Petikemas Menjadi Langkah Konkret Efisiensi Logistik Nasional






JAKARTA - Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) menggelar Media Gathering & Lunch Talk bersama manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), pada Selasa (16/12/2025), di Jakarta.  


Dalam sambutannya Ketua Forwami Hoddy Sitanggang menyampaikan bahwa kegiatan yang bertemakan "Kinerja SPTP 2025 dan Arah Strategis 2026: Memperkuat Daya Saing Terminal Petikemas Nasional" ini bertujuan memperkuat komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara media dan manajemen SPTP. 


Menurutnya, forum ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada wartawan mengenai transformasi dan peran strategis SPTP dalam mendukung ekosistem logistik nasional. 


Sementara itu, Corporate Secretary SPTP Widyaswendra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan media gathering yang diinisiasi Forwami serta dukungan pemberitaan yang selama ini diberikan dalam mendorong efisiensi logistik nasional. 


“Kami bersyukur dapat mendukung kegiatan ini dan berterima kasih atas peran Forwami dalam menyampaikan informasi yang konstruktif terkait upaya peningkatan efisiensi logistik, sejalan dengan peran dan tanggung jawab SPTP,” ujarnya.


Sebagai bagian dari pengelola pelabuhan nasional, SPTP menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan ongkos logistik nasional melalui peningkatan efisiensi layanan kepelabuhanan dan penguatan ekosistem logistik, khususnya di kawasan Indonesia Timur. 


Pelindo Terminal Petikemas, lanjut Widyaswendra, mendukung seluruh kebijakan dan program pemerintah yang diarahkan untuk memperbaiki kinerja logistik Indonesia. Ia menyoroti bahwa salah satu persoalan mendasar logistik nasional masih terletak pada ketidakseimbangan muatan, terutama pada jalur Indonesia Barat–Indonesia Timur.


“Arus barang dari Indonesia Barat ke Timur umumnya penuh, namun saat kembali, tingkat keterisian hanya sekitar 30 persen. Ketimpangan ini berdampak langsung pada tingginya ongkos logistik,” jelasnya.


Menurut Widyaswendra, terdapat tiga kunci utama yang perlu terus didorong untuk menurunkan ongkos logistik, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Pertama, peningkatan konsumsi masyarakat melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua, peningkatan arus ekspor dan impor. Ketiga, masuknya investasi yang berkelanjutan. “Jika tingkat keterisian muatan meningkat, maka ongkos logistik akan turun secara alami,” katanya.


Ia menegaskan bahwa SPTP secara konsisten telah melakukan berbagai langkah konkret untuk mendukung target pemerintah menurunkan ongkos logistik menjadi 8 persen, sebagaimana tertuang dalam kebijakan nasional. “Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mendukung penurunan ongkos logistik menjadi 8 persen,” ungkap Widyaswendra.


Sebagai contoh, Widyaswendra mengemukakan kinerja Terminal Petikemas Semarang (TPKS) yang pada tahun ini untuk pertama kalinya berhasil mencatatkan throughput 1 juta TEUs. Pencapaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari langkah antisipatif SPTP dalam meningkatkan kapasitas terminal secara menyeluruh, mulai dari penguatan infrastruktur, penambahan dan modernisasi peralatan, pengembangan sistem operasi, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.


“Upaya ini terbukti efektif ketika Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan utama investasi yang membutuhkan dukungan pelabuhan yang andal untuk kegiatan ekspor dan impor,” ujarnya.


Selain fokus pada peningkatan kapasitas terminal, SPTP juga menunjukkan komitmen sosial melalui dukungan kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program pelatihan sertifikasi kelayakan kayu sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), guna meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar global.


Dengan pendekatan yang menyeluruh—mulai dari efisiensi operasional, penguatan kapasitas, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat—Pelindo Terminal Petikemas optimistis dapat berkontribusi nyata dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, berimbang, dan berdaya saing.


Transformasi Operasional dan Digitalisasi Terminal

Pada sesi pemaparan, Widyaswendra juga menyampaikan bahwa di tengah tantangan global berupa perlambatan ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik, serta dinamika kebijakan global, sektor petikemas Indonesia tetap menunjukkan resiliensi. 


“Pada 2025, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan berada di kisaran 3,1–3,2 persen. Namun, volume petikemas global masih tumbuh sekitar 5,1 persen. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kinerja dan kapasitas pelabuhan nasional,” ujarnya.


SPTP secara konsisten melakukan transformasi operasional pada 32 terminal petikemas serta digitalisasi dan sistemisasi di 15 terminal. Transformasi ini didukung oleh penguatan people, process, dan technology, termasuk penerapan perencanaan dan pengendalian berbasis operation model. Hasilnya, kinerja terminal meningkat, kualitas layanan membaik, dan waktu sandar kapal (port stay) semakin efisien.


Selain itu, SPTP juga merencanakan elektrifikasi 73 unit peralatan utama dan pendukung, sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi, sejalan dengan arah kebijakan keberlanjutan perusahaan .


Ekspansi Bisnis dan Penguatan Konektivitas

Dalam rangka memperkuat konektivitas logistik nasional dan internasional, SPTP telah membuka 37 rute pelayaran baru, baik domestik maupun internasional. Perusahaan juga memperluas sinergi dan kemitraan strategis, antara lain melalui kerja sama investasi dan operasional Belawan New Container Terminal (BNCT) serta kolaborasi dengan berbagai mitra industri.


“Pelabuhan tidak lagi sekadar titik bongkar muat, tetapi harus berperan sebagai gateway ekspor-impor dan pusat transshipment internasional,” kata M. Adji. Strategi ini sejalan dengan arah pembangunan nasional untuk menurunkan biaya logistik hingga 8 persen terhadap PDB pada 2045 serta meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional .



Kinerja Arus Petikemas Tumbuh Positif

Dari sisi kinerja, hingga November 2025, arus petikemas Pelindo Group tercatat mencapai 17,95 juta TEUs, tumbuh sekitar 5 persen secara year-on-year, dengan realisasi mendekati target RKAP 2025. Kontribusi terbesar berasal dari SPTP Group dengan porsi sekitar 68 persen dari total arus petikemas Pelindo Group.


Arus petikemas domestik masih mendominasi dengan porsi sekitar 67 persen, mencerminkan kuatnya pergerakan logistik antarpulau. Sementara itu, arus petikemas internasional tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sebagai indikator meningkatnya daya saing pelabuhan nasional di pasar global .



Roadmap Peralatan dan Pengembangan Infrastruktur

Untuk mengantisipasi pertumbuhan jangka menengah dan panjang, SPTP telah menyusun roadmap pengembangan peralatan petikemas periode 2026–2030, termasuk pengadaan dan optimalisasi Quay Container Crane (QCC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG) di berbagai terminal strategis. Secara bertahap, puluhan unit QCC dan RTG akan dioperasikan untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat.


Di sisi infrastruktur, SPTP menjalankan berbagai proyek pengembangan, antara lain perluasan dan konversi dermaga di Tanjung Emas, pengembangan kawasan Tanjung Perak, serta pembangunan dan reconfigurasi terminal di wilayah Indonesia Timur. Langkah ini bertujuan memastikan kesiapan kapasitas terminal dalam mendukung pertumbuhan arus petikemas nasional.



Hub Port 

SPTP juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan terminal petikemas seiring menguatnya kinerja ekonomi nasional dan meningkatnya arus logistik. 


SPTP menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik masyarakat, tetapi juga oleh program hilirisasi sejumlah komoditas di kawasan timur Indonesia yang kini mulai menunjukkan hasil nyata. Dampaknya, kinerja terminal-terminal petikemas, khususnya di wilayah tersebut, mengalami peningkatan signifikan.


“Program hilirisasi di Indonesia Timur sudah mulai memberikan kontribusi terhadap arus petikemas. Ini menjadi sinyal positif bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas terminal dan memastikan standar layanan yang seragam,” ujar Widyaswendra.


Merespons dinamika tersebut, SPTP menegaskan langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kapasitas terminal secara berkelanjutan, termasuk melalui elektrifikasi peralatan bongkar muat. Upaya ini diarahkan untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas terminal.


Namun demikian, SPTP juga mengakui bahwa untuk mewujudkan ekosistem logistik 24 jam (24/7) secara penuh, masih diperlukan dukungan dari seluruh rantai logistik, termasuk kesiapan gudang (warehouse) dan angkutan truk (trucking). “Semua ini berproses. Pada akhirnya, ekosistem logistik yang saling mendukung akan terbentuk secara bertahap,” jelasnya.


Dalam kesempatan yang sama, SPTP menegaskan bahwa peningkatan performa terminal dilakukan secara holistik, tidak hanya berfokus di Indonesia Barat, tetapi juga di Indonesia Timur. Secara year-on-year (YoY) tahun 2025, SPTP mencatat peningkatan throughput sekitar 10 persen untuk rute internasional, yang mencerminkan semakin kuatnya peran terminal petikemas nasional dalam mendukung perdagangan luar negeri.


Menjawab pertanyaan terkait kesiapan SPTP mengelola Hub Port, perusahaan menyatakan siap menjalankan penugasan tersebut sepanjang ada mandat dari pemerintah. Adapun penetapan lokasi Hub Port sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat sesuai kebijakan nasional kepelabuhanan.


“Intinya, SPTP terus melakukan berbagai inovasi untuk mengantisipasi peningkatan arus bongkar muat. Standarisasi layanan di seluruh terminal menjadi langkah penting yang terus kami dorong, termasuk pengoperasian peralatan bongkar muat berkapasitas besar seperti QCC super post-Panamax,” pungkasnya.


(Tim Komunikasi Forwami).