IPC TPK Tambah Reach Stacker, Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur
Kamis, 26 Februari 2026
Press Release No. 8 IPC TPK edisi 25 Februari 2026 (Kerjasama)
Senin, 23 Februari 2026
Press Release No. 7 IPC TPK edisi 20 Februari 2026 (Kerjasama)
Antisipasi Lonjakan Arus Barang Ramadan,
Press Release No. 6 IPC TPK edisi 18 Februari 2026 (Kerjasama)
Peringati Bulan K3 Nasional, IPC TPK Dorong Penerapan Defensive Driving di Lingkungan Pelabuhan
Press Release No. 5 IPC TPK edisi 13 Februari 2026 (Kerjasama)
IPC TPK Catat Kinerja Positif Bongkar Muat di Awal Tahun 2026
Press Release No. 4 IPC TPK edisi 12 Februari 2026 (Kerjasama)
Lewat Program TJSL, IPC TPK Dorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh
Press Release No. 3 IPC TPK edisi 09 Februari 2026 (Kerjasama)
Pacu Kinerja 2026: IPC TPK Optimalisasi Layanan Terminal dan
Press Release No. 2 IPC TPK edisi 04 Februari 2026 (Kerjasama)
Press Release No. 1 IPC TPK edisi 3 Februari 2026 (Kerjasama)
di Pelabuhan Tanjung Priok
Senin, 16 Februari 2026
PT EPI Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional Kepada FORWAMI
TANJUNG PRIOK - Pada Selasa 10 Februari 2026, PT Energi Pelabuhan Indonesia atau PT EPI berkirim Ucapan Selamat HPN 2026, beserta Kue ala-kadarnya.
(* Tim Komunikasi Forwami).
Pelindo Grup berkunjung ke Press Room Forwami, mulai dari IPC TPK, PT JAI Tbk., PT ILCS
TANJUNG PRIOK - Pada Jumat kemarin, 13 Februari 2026, sekitar jam 10 pagi hingga Jam 12.00 Wib, Pelindo Grup berkunjug ke Press Room Forwami, yakni PT IPC TPK (Pak Budi dan Mbak Puti), PT Jasa Armada Indonesia Tbk (Pak Iwan), PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) Pak Dimas Giri Prabowo (Serkper) dan Mbak Nadine (Staf Corcom).
Kunjungan Pelindo Grup tersebut dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional atau HPN pada 9 Februari 2026, sekaligus sambung silaturrohmi kemitraan antara Pelindo Grup dengan Insan PERS yang tergabung dalam wadah FORWAMI.
(*Tim Komunikasi Forwami).
Sekper IKT Tbk. Berkunjung Ke Press Room Forwami, pada Peringatan HPN 2026
TANJUNG PRIOK - Pada peringatan Hari Pers Nasional atau HPN 2026, FORWAMI mendapat kunjungan dari Sekper PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IKT Tbk. atau dikenal dengan sebutan IPCC (Rabu 11 Februari 2026).
Kunjungan Ibu Endah (Sekper IKT) didampingi Pak Stefan, staf Corcom IKT Tbk.
(*Tim Komunikasi Forwami).
HPN 2026 Manajemen Pelindo Regional 2 dan Pelindo Regioal 2 Tamjung Priok Kunjungi Press Room FORWAMI
TANJUNG PRIOK - Pada Senin 9 Februari 2026 kemarin, manajemen Pelindo Regional 2 yag diwakili Pak Wahyu dan Pak Bakhtiar dan Manajemen Pelindo Tanjung Priok yang diwakili Pak Chandra Irawan, Pak Gery, Pak M. Anwar dan Tiim berkunjung ke Press Room Forum Wartawan maritim Indonesia atau FORWAMI.
* Tim Komunikasi Forwami
Jumat, 06 Februari 2026
Hasil Media Gathering & Lunch Talk dengan PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP, 16 Des 2025 di Sunter Jakarta Utara
1.Mimbar Maritim
2. Fakta Pers
https://faktapers.id/2025/12/17/peran-sptp-dalam-ekosistim-logistik-nasional-makin-kinclong/
3. Media Trans
4. Indonesia Maritime News
5. Media Online Nasional ISL News
https://www.islnewstv.com/2025/12/pt-pelindo-terminal-petikemas-atau-sptp.html
6.. Sudut Pandang
7.Maritime News
https://maritimnews.com/2025/12/forwami-sptp-gelar-media-gathering-lunch-talk-2025/
8. News Metropol
9. Ratyat Merdeka News
10. Warning Time
11. Kantor Berita
12. Warta DKI
13. Warta Nasional Raya
https://www.wartanasionalraya.com/2025/12/sptp-optimistis-transformasi-terminal.html
14. Cyber News Nasional
15. Harapan Rakyat
16. Media Buser
17. Teropong Rakyat
Media Kontan :
Forwami Diundang Makan Siang Bersama Executive Director Pelindo Regional 2
JAKARTA - Pada Senin 3 Februari 2026, Pengurus Forum Wartawan Maritim Indonesia atau disingkat FORWAMI mendapat undangan Maka Siang Bersama Pak Budi Prasetio, Executive Director Pelindo Regional 2
(Tim Komunikasi Forwami).
NPCT1 Catat Kinerja Gemilang, Tembus 10 Juta TEUs dan Perkuat Posisi sebagai Terminal Peti Kemas Unggulan Nasional
JAKARTA — New Priok Container Terminal One (NPCT1) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan operasionalnya dengan menembus total penanganan 10 juta TEUs sejak mulai beroperasi pada 2016.
Capaian tersebut diraih pada Agustus 2025 dan menjadi penanda konsistensi kinerja terminal peti kemas yang berada di bawah naungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui kerja sama dengan mitra global SEA Terminal Management & Service (STMS).
Sepanjang 2025 hingga November, NPCT1 berhasil menangani 1,39 juta TEUs, menempatkannya pada jalur yang solid untuk menutup tahun dengan performa positif. Direktur NPCT1, Kiki Mohammad Hikmat, menyebut pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna jasa serta kuatnya kolaborasi antara operator terminal, mitra pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Pencapaian lebih dari 10 juta TEUs sejak 2016 menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga kinerja operasional, keselamatan, dan kualitas layanan,” ujar Kiki di Jakarta, Selasa (30/12).
Mitra Pelayaran
NPCT1 saat ini melayani 16 layanan pelayaran mingguan dan bermitra dengan sejumlah perusahaan pelayaran global seperti Maersk, Evergreen, MSC, HMM, SITC, Hapag-Lloyd, TS Lines, Namsung, Wan Hai Lines, dan Yang Ming. Terminal ini menjadi simpul penting bagi arus logistik nasional, melayani berbagai sektor mulai dari manufaktur, otomotif, hingga barang konsumsi dan pertanian.
Sepanjang 2025, kinerja operasional NPCT1 diperkuat melalui sejumlah peningkatan strategis. Di antaranya pengadaan satu unit quay crane, lima rubber-tired gantry (RTG), serta tujuh prime mover baru yang mendukung kelancaran bongkar muat.
Penerapan Terminal Booking System (TBS) sejak Agustus 2025 turut meningkatkan efisiensi arus truk, menekan kepadatan, dan memperlancar proses penerimaan serta pengiriman peti kemas. Optimalisasi yard melalui pengaturan klaster, prioritas bay day, dan pemantauan berkelanjutan juga menjaga tingkat yard occupancy tetap stabil di kisaran 60 persen, sekaligus mendorong pertumbuhan volume hingga 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
SDM dan Elektrifikasi
Di sisi lain, NPCT1 terus memperkuat fondasi keberlanjutan melalui pengembangan sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan tinggi, serta akselerasi transformasi digital. Sistem penagihan elektronik melalui platform ECON, pembaruan Global Terminal Operating System (GTOS), integrasi dengan platform trucking, hingga penguatan keamanan siber menjadi bagian dari strategi peningkatan efisiensi dan transparansi layanan.
Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus utama. NPCT1 menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50 persen pada 2030, antara lain melalui pemanfaatan energi surya yang saat ini mampu menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan listrik gedung utama.
Seluruh armada RTG telah beralih ke sistem listrik dan hybrid, sementara prime mover menggunakan bahan bakar B40. Fasilitas cold ironing juga telah dioperasikan untuk memungkinkan kapal mematikan mesin saat sandar, sehingga menekan emisi gas buang.
“Elektrifikasi menjadi pilar penting dalam strategi keberlanjutan kami,” ujar Kiki. Ia menambahkan, seluruh upaya tersebut diperkuat dengan penerapan standar ISO 14001:2015 sebagai jaminan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan luas terminal mencapai 32 hektare, didukung sembilan quay crane, 29 RTG, 51 prime mover, tiga dermaga sepanjang total 850 meter, kapasitas harian hingga 6.000 TEUs, serta 990 reefer plug, NPCT1 menegaskan posisinya sebagai salah satu terminal peti kemas paling modern dan andal di Indonesia. Ke depan, NPCT1 berkomitmen terus memperkuat inovasi, efisiensi, dan kemitraan guna mendukung daya saing logistik nasional dan regional.
(Tim Komunikasi Forwami).
Minggu, 01 Februari 2026
SPTP Optimistis Transformasi Terminal Petikemas Menjadi Langkah Konkret Efisiensi Logistik Nasional
JAKARTA - Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) menggelar Media Gathering & Lunch Talk bersama manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), pada Selasa (16/12/2025), di Jakarta.
Dalam sambutannya Ketua Forwami Hoddy Sitanggang menyampaikan bahwa kegiatan yang bertemakan "Kinerja SPTP 2025 dan Arah Strategis 2026: Memperkuat Daya Saing Terminal Petikemas Nasional" ini bertujuan memperkuat komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara media dan manajemen SPTP.
Menurutnya, forum ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada wartawan mengenai transformasi dan peran strategis SPTP dalam mendukung ekosistem logistik nasional.
Sementara itu, Corporate Secretary SPTP Widyaswendra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan media gathering yang diinisiasi Forwami serta dukungan pemberitaan yang selama ini diberikan dalam mendorong efisiensi logistik nasional.
“Kami bersyukur dapat mendukung kegiatan ini dan berterima kasih atas peran Forwami dalam menyampaikan informasi yang konstruktif terkait upaya peningkatan efisiensi logistik, sejalan dengan peran dan tanggung jawab SPTP,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pengelola pelabuhan nasional, SPTP menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan ongkos logistik nasional melalui peningkatan efisiensi layanan kepelabuhanan dan penguatan ekosistem logistik, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Pelindo Terminal Petikemas, lanjut Widyaswendra, mendukung seluruh kebijakan dan program pemerintah yang diarahkan untuk memperbaiki kinerja logistik Indonesia. Ia menyoroti bahwa salah satu persoalan mendasar logistik nasional masih terletak pada ketidakseimbangan muatan, terutama pada jalur Indonesia Barat–Indonesia Timur.
“Arus barang dari Indonesia Barat ke Timur umumnya penuh, namun saat kembali, tingkat keterisian hanya sekitar 30 persen. Ketimpangan ini berdampak langsung pada tingginya ongkos logistik,” jelasnya.
Menurut Widyaswendra, terdapat tiga kunci utama yang perlu terus didorong untuk menurunkan ongkos logistik, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Pertama, peningkatan konsumsi masyarakat melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Kedua, peningkatan arus ekspor dan impor. Ketiga, masuknya investasi yang berkelanjutan. “Jika tingkat keterisian muatan meningkat, maka ongkos logistik akan turun secara alami,” katanya.
Ia menegaskan bahwa SPTP secara konsisten telah melakukan berbagai langkah konkret untuk mendukung target pemerintah menurunkan ongkos logistik menjadi 8 persen, sebagaimana tertuang dalam kebijakan nasional. “Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mendukung penurunan ongkos logistik menjadi 8 persen,” ungkap Widyaswendra.
Sebagai contoh, Widyaswendra mengemukakan kinerja Terminal Petikemas Semarang (TPKS) yang pada tahun ini untuk pertama kalinya berhasil mencatatkan throughput 1 juta TEUs. Pencapaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari langkah antisipatif SPTP dalam meningkatkan kapasitas terminal secara menyeluruh, mulai dari penguatan infrastruktur, penambahan dan modernisasi peralatan, pengembangan sistem operasi, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“Upaya ini terbukti efektif ketika Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan utama investasi yang membutuhkan dukungan pelabuhan yang andal untuk kegiatan ekspor dan impor,” ujarnya.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas terminal, SPTP juga menunjukkan komitmen sosial melalui dukungan kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program pelatihan sertifikasi kelayakan kayu sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), guna meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar global.
Dengan pendekatan yang menyeluruh—mulai dari efisiensi operasional, penguatan kapasitas, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat—Pelindo Terminal Petikemas optimistis dapat berkontribusi nyata dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, berimbang, dan berdaya saing.
Transformasi Operasional dan Digitalisasi Terminal
Pada sesi pemaparan, Widyaswendra juga menyampaikan bahwa di tengah tantangan global berupa perlambatan ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik, serta dinamika kebijakan global, sektor petikemas Indonesia tetap menunjukkan resiliensi.
“Pada 2025, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan berada di kisaran 3,1–3,2 persen. Namun, volume petikemas global masih tumbuh sekitar 5,1 persen. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kinerja dan kapasitas pelabuhan nasional,” ujarnya.
SPTP secara konsisten melakukan transformasi operasional pada 32 terminal petikemas serta digitalisasi dan sistemisasi di 15 terminal. Transformasi ini didukung oleh penguatan people, process, dan technology, termasuk penerapan perencanaan dan pengendalian berbasis operation model. Hasilnya, kinerja terminal meningkat, kualitas layanan membaik, dan waktu sandar kapal (port stay) semakin efisien.
Selain itu, SPTP juga merencanakan elektrifikasi 73 unit peralatan utama dan pendukung, sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi, sejalan dengan arah kebijakan keberlanjutan perusahaan .
Ekspansi Bisnis dan Penguatan Konektivitas
Dalam rangka memperkuat konektivitas logistik nasional dan internasional, SPTP telah membuka 37 rute pelayaran baru, baik domestik maupun internasional. Perusahaan juga memperluas sinergi dan kemitraan strategis, antara lain melalui kerja sama investasi dan operasional Belawan New Container Terminal (BNCT) serta kolaborasi dengan berbagai mitra industri.
“Pelabuhan tidak lagi sekadar titik bongkar muat, tetapi harus berperan sebagai gateway ekspor-impor dan pusat transshipment internasional,” kata M. Adji. Strategi ini sejalan dengan arah pembangunan nasional untuk menurunkan biaya logistik hingga 8 persen terhadap PDB pada 2045 serta meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional .
Kinerja Arus Petikemas Tumbuh Positif
Dari sisi kinerja, hingga November 2025, arus petikemas Pelindo Group tercatat mencapai 17,95 juta TEUs, tumbuh sekitar 5 persen secara year-on-year, dengan realisasi mendekati target RKAP 2025. Kontribusi terbesar berasal dari SPTP Group dengan porsi sekitar 68 persen dari total arus petikemas Pelindo Group.
Arus petikemas domestik masih mendominasi dengan porsi sekitar 67 persen, mencerminkan kuatnya pergerakan logistik antarpulau. Sementara itu, arus petikemas internasional tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sebagai indikator meningkatnya daya saing pelabuhan nasional di pasar global .
Roadmap Peralatan dan Pengembangan Infrastruktur
Untuk mengantisipasi pertumbuhan jangka menengah dan panjang, SPTP telah menyusun roadmap pengembangan peralatan petikemas periode 2026–2030, termasuk pengadaan dan optimalisasi Quay Container Crane (QCC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG) di berbagai terminal strategis. Secara bertahap, puluhan unit QCC dan RTG akan dioperasikan untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat.
Di sisi infrastruktur, SPTP menjalankan berbagai proyek pengembangan, antara lain perluasan dan konversi dermaga di Tanjung Emas, pengembangan kawasan Tanjung Perak, serta pembangunan dan reconfigurasi terminal di wilayah Indonesia Timur. Langkah ini bertujuan memastikan kesiapan kapasitas terminal dalam mendukung pertumbuhan arus petikemas nasional.
Hub Port
SPTP juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan terminal petikemas seiring menguatnya kinerja ekonomi nasional dan meningkatnya arus logistik.
SPTP menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik masyarakat, tetapi juga oleh program hilirisasi sejumlah komoditas di kawasan timur Indonesia yang kini mulai menunjukkan hasil nyata. Dampaknya, kinerja terminal-terminal petikemas, khususnya di wilayah tersebut, mengalami peningkatan signifikan.
“Program hilirisasi di Indonesia Timur sudah mulai memberikan kontribusi terhadap arus petikemas. Ini menjadi sinyal positif bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas terminal dan memastikan standar layanan yang seragam,” ujar Widyaswendra.
Merespons dinamika tersebut, SPTP menegaskan langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kapasitas terminal secara berkelanjutan, termasuk melalui elektrifikasi peralatan bongkar muat. Upaya ini diarahkan untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas terminal.
Namun demikian, SPTP juga mengakui bahwa untuk mewujudkan ekosistem logistik 24 jam (24/7) secara penuh, masih diperlukan dukungan dari seluruh rantai logistik, termasuk kesiapan gudang (warehouse) dan angkutan truk (trucking). “Semua ini berproses. Pada akhirnya, ekosistem logistik yang saling mendukung akan terbentuk secara bertahap,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, SPTP menegaskan bahwa peningkatan performa terminal dilakukan secara holistik, tidak hanya berfokus di Indonesia Barat, tetapi juga di Indonesia Timur. Secara year-on-year (YoY) tahun 2025, SPTP mencatat peningkatan throughput sekitar 10 persen untuk rute internasional, yang mencerminkan semakin kuatnya peran terminal petikemas nasional dalam mendukung perdagangan luar negeri.
Menjawab pertanyaan terkait kesiapan SPTP mengelola Hub Port, perusahaan menyatakan siap menjalankan penugasan tersebut sepanjang ada mandat dari pemerintah. Adapun penetapan lokasi Hub Port sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat sesuai kebijakan nasional kepelabuhanan.
“Intinya, SPTP terus melakukan berbagai inovasi untuk mengantisipasi peningkatan arus bongkar muat. Standarisasi layanan di seluruh terminal menjadi langkah penting yang terus kami dorong, termasuk pengoperasian peralatan bongkar muat berkapasitas besar seperti QCC super post-Panamax,” pungkasnya.
(Tim Komunikasi Forwami).






